Kadisdikbud Sintang Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini

SINTANG, TB – Penguatan pendidikan anak usia dini menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Saat ini, terdapat 299 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) aktif di Kabupaten Sintang yang berperan memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, S.H., M.Si., mengatakan keberadaan lembaga PAUD memiliki arti penting dalam membangun fondasi pendidikan sejak tahap awal perkembangan anak. Menurutnya, pendidikan pada usia dini menjadi bagian dari proses mempersiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan dan karakter baik.
Perhatian terhadap pendidikan PAUD tersebut disampaikan Herkolanus Roni dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ke-21 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Kabupaten Sintang, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan yang dibuka Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, itu Roni menyampaikan bahwa Pemkab Sintang menaruh perhatian terhadap perkembangan pendidikan anak usia dini. Sebanyak 299 lembaga PAUD aktif yang ada saat ini menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia di daerah.
“PAUD mempunyai peran penting dalam mempersiapkan generasi masa depan. Dengan 299 lembaga yang aktif di Kabupaten Sintang, keberadaan layanan pendidikan anak usia dini menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan SDM,” kata Roni.
Roni menjelaskan, upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini juga tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pendidik dan tenaga kependidikan. Para guru PAUD memiliki tanggung jawab dalam mendampingi perkembangan anak, sehingga perhatian terhadap profesi mereka menjadi hal yang perlu terus didorong.
Perayaan HUT HIMPAUDI ke-21 tahun ini mengangkat tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”. Kegiatan tersebut diikuti para pendidik dan tenaga kependidikan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Ketua Pengurus Pusat HIMPAUDI, Dr. Betti Nuraini, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi tersebut telah melalui perjalanan panjang selama 21 tahun dalam memperjuangkan pengakuan terhadap profesi guru PAUD, terutama pendidik yang bekerja di lembaga pendidikan nonformal.
Salah satu fokus perjuangan HIMPAUDI adalah mendorong pengakuan regulasi bagi pendidik Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Taman Penitipan Anak (TPA) agar mendapatkan kedudukan resmi dalam peraturan perundang-undangan.
Betti menilai pengakuan dan kesetaraan status tersebut berkaitan dengan masa depan serta kesejahteraan para pendidik yang turut berperan dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045.
Selain menjadi perayaan ulang tahun organisasi, kegiatan di Sintang ini juga menjadi kesempatan mempererat hubungan antarpengurus dan tenaga pendidik PAUD se-Kalimantan Barat. Pertemuan tersebut sekaligus memperkuat perhatian terhadap tantangan pendidikan anak usia dini dan kondisi para tenaga pendidik di lapangan.
Dengan jumlah 299 lembaga PAUD aktif, pengembangan layanan pendidikan usia dini di Kabupaten Sintang diharapkan terus menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berkualitas sejak awal pertumbuhan.