Pemkab Sintang Dukung STIKES Kapuas Raya Bertransformasi Menjadi Universitas

SINTANG, TB – Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung penuh perubahan bentuk STIKES Kapuas Raya menjadi Universitas Kapuas Raya (UNIKARA) Sintang, termasuk penambahan program studi baru.
Dukungan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, yang hadir mewakili Bupati Sintang dalam kegiatan Evaluasi Lapangan Usul Rekomendasi Perubahan Bentuk STIKES Kapuas Raya menjadi Universitas Kapuas Raya (UNIKARA) Sintang serta penambahan program studi baru oleh jajaran LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kegiatan evaluasi lapangan tersebut dihadiri Tim LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Ketua Yayasan Kapuas Raya Uray B. Asnol, pimpinan STIKES Kapuas Raya, para dosen, serta tenaga kependidikan.
Helmi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung penuh perubahan bentuk STIKES Kapuas Raya dari sekolah tinggi menjadi universitas.
“Perubahan ini bukan hanya perubahan bentuk kelembagaan. Bukan pula sekadar mengganti nama pada papan nama kampus. Ini adalah perubahan cara berpikir. Ini adalah perubahan skala pelayanan pendidikan. Dan yang paling penting, ini adalah investasi besar untuk masa depan generasi muda Sintang dan Kalimantan Barat,” tegas Helmi.
“Kita ingin anak-anak muda Sintang tidak selalu harus pergi jauh ke kota lain hanya untuk mendapatkan pilihan pendidikan tinggi yang lebih beragam. Kita ingin mereka dapat kuliah di daerahnya sendiri, berkembang di daerahnya sendiri, dan pada akhirnya kembali membangun daerahnya sendiri. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sintang menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap proses perubahan bentuk STIKES Kapuas Raya menjadi Universitas Kapuas Raya (UNIKARA) Sintang,” terang Helmi.
Menurut Helmi, Kabupaten Sintang memiliki wilayah yang luas dan posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan di wilayah timur Kalimantan Barat. Namun, pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan membangun jalan, jembatan, gedung, pasar, dan infrastruktur.
“Pembangunan yang paling menentukan adalah pembangunan manusianya. Jalan bisa menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lain. Tetapi pendidikanlah yang menghubungkan manusia dengan masa depannya,” terang Helmi.
Ia menilai keberadaan perguruan tinggi yang semakin kuat, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan zaman merupakan sebuah kebutuhan, bukan sekadar pilihan.
“Kita membutuhkan perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi menghasilkan manusia yang memiliki kompetensi, karakter, keberanian, kreativitas, dan kemampuan menciptakan solusi. Dan di sinilah saya melihat pentingnya kehadiran Universitas Kapuas Raya,” terang Helmi.
Helmi juga meminta jajaran STIKES Kapuas Raya dan Yayasan Kapuas Raya menjadikan proses evaluasi sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi.
“Saya juga ingin menyampaikan kepada jajaran STIKES Kapuas Raya dan Yayasan Kapuas Raya. Jangan melihat evaluasi hari ini sebagai ujian yang harus ditakuti. Lihatlah evaluasi ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa Sintang mampu memiliki perguruan tinggi yang serius membangun masa depan. Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki. Kalau ada catatan, mari kita tindak lanjuti. Kalau ada standar yang harus dipenuhi, mari kita penuhi,” ujarnya.
“Karena membangun universitas bukan pekerjaan satu hari. Universitas dibangun dengan visi, tata kelola, integritas, kualitas akademik, dan komitmen yang panjang,” lanjut Helmi.
Ia berharap perubahan bentuk tersebut nantinya tidak berhenti pada perubahan kelembagaan. Menurutnya, setelah menjadi universitas, tantangan yang dihadapi justru akan semakin besar.
“UNIKARA harus mampu membangun reputasi akademik, meningkatkan kualitas dosen, memperkuat penelitian, mengembangkan pengabdian kepada masyarakat, membangun jejaring dengan dunia usaha dan pemerintah, serta memastikan lulusannya benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia kerja,” terang Helmi.
Helmi juga berharap UNIKARA nantinya dapat menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kewirausahaan di Kabupaten Sintang.
“Kalau kita ingin Sintang maju, maka kampusnya juga harus maju. Kalau kita ingin ekonomi daerah tumbuh, maka kampus harus ikut melahirkan inovasi dan wirausaha. Kalau kita ingin birokrasi dan dunia usaha semakin profesional, maka kampus harus menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kampus dan pemerintah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus berjalan bersama,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Helmi kembali menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Sintang terhadap pengembangan pendidikan tinggi di daerah, termasuk proses perubahan bentuk STIKES Kapuas Raya menjadi Universitas Kapuas Raya.
“Saya ingin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan pendidikan tinggi di daerah, termasuk proses perubahan bentuk STIKES Kapuas Raya menjadi Universitas Kapuas Raya. Kita berharap proses evaluasi ini dapat berjalan dengan baik, objektif, dan konstruktif,” ujarnya.
“Kami tentu menyadari bahwa keputusan akhir berada pada kewenangan dan mekanisme yang berlaku. Namun, dari sisi Pemerintah Kabupaten Sintang, kami melihat bahwa pengembangan perguruan tinggi di daerah merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” lanjutnya.
Helmi mengajak seluruh pihak untuk berani memiliki mimpi besar dalam membangun masa depan generasi muda Sintang.
“Dan kita harus berani mempunyai mimpi besar. Jangan sampai anak-anak Sintang hanya menjadi penonton pembangunan di daerahnya sendiri. Kita ingin mereka menjadi pelaku. Kita ingin mereka menjadi pengusaha. Kita ingin mereka menjadi profesional. Kita ingin mereka menjadi akademisi. Kita ingin mereka menjadi pemimpin. Dan yang lebih penting, kita ingin mereka menjadi generasi yang mampu membawa Sintang menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” tutup Helmi.