Tekan Stigma terhadap ODHA, Pemkab Sintang Libatkan Generasi Muda dalam Edukasi HIV/AIDS

SINTANG, TB – Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung pelaksanaan Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Sintang Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS serta mendorong penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Niko Dimus, pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Pendopo Wakil Bupati Sintang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Ikatan Duta HIV/AIDS Kalimantan Barat. Turut hadir Ketua Panitia Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Sintang Tahun 2026, Abdullah, serta para peserta.
Dalam sambutannya, Niko Dimus menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Ikatan Duta HIV/AIDS Kalimantan Barat yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya HIV/AIDS serta pentingnya upaya pencegahan dan penanggulangannya,” terang Niko Dimus.
Ia menjelaskan bahwa HIV/AIDS masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kita membutuhkan edukasi yang benar, kepedulian sosial, serta keberanian untuk menyampaikan informasi yang tepat mengenai HIV/AIDS. Masyarakat harus memahami bagaimana HIV dapat menular, bagaimana cara mencegahnya, dan mengapa pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi bagian penting dari upaya perlindungan diri,” jelasnya.
Niko juga menekankan pentingnya melawan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk dihormati, mendapatkan pelayanan kesehatan, serta menjalani kehidupan sosial tanpa perlakuan yang merendahkan martabat.
“Jangan sampai karena kurangnya pengetahuan, kita justru memberikan penilaian yang salah, menjauhi, atau mendiskriminasi saudara-saudara kita yang hidup dengan HIV/AIDS,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa upaya penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat, bukan dengan menjauhi orang yang hidup dengan HIV.
“Saya ingin menegaskan bahwa kita harus memerangi virusnya, bukan menjauhi orangnya. Pengetahuan harus kita tingkatkan, kepedulian harus kita tumbuhkan, dan stigma harus kita hilangkan,” tegas Niko.
Menurutnya, Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Sintang Tahun 2026 hendaknya tidak hanya dipandang sebagai ajang perlombaan untuk menentukan peserta terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan wadah untuk melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, kemampuan berkomunikasi, serta komitmen menjadi pelopor edukasi HIV/AIDS di tengah masyarakat.
“Seorang duta HIV/AIDS harus mampu menjadi contoh yang baik, menyampaikan informasi yang benar, mengajak teman sebaya untuk menerapkan pola hidup sehat dan bertanggung jawab, serta berani mengampanyekan pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Saya berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan kesempatan ini sebagai sarana untuk belajar, mengembangkan kemampuan diri, membangun kepercayaan diri, dan memperluas jaringan pertemanan,” harapnya.
Niko menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang berharap para duta terpilih dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan edukasi kesehatan, khususnya kepada kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, dan masyarakat luas.
Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, instansi kesehatan, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga, untuk bersama-sama mengambil peran dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Sintang.
“Kita perlu membangun lingkungan yang terbuka terhadap edukasi kesehatan, memberikan pemahaman kepada generasi muda, serta mendorong masyarakat agar tidak takut mencari informasi dan layanan kesehatan yang benar. Mari kita jadikan Kabupaten Sintang sebagai daerah yang masyarakatnya semakin sadar akan pentingnya kesehatan, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta mampu menciptakan lingkungan yang bebas dari stigma dan diskriminasi,” tutup Niko Dimus.