Mobilitas Warga Terganggu, Dewan Soroti Kerusakan Jembatan

SINTANG, TB – Kondisi infrastruktur jembatan di jalur Tebidah, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, mendapat atensi dari anggota legislatif. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, meminta Pemerintah Daerah untuk segera memperhatikan dan menindaklanjuti kebutuhan mendesak pembangunan jembatan di wilayah tersebut. Permintaan ini disampaikan menyusul banyaknya keluhan masyarakat tentang kondisi ruas jalan dan jembatan yang dinilai sudah tidak layak pakai.

Menurut Anastasia, sejumlah jembatan di jalur tersebut mengalami kerusakan, sehingga menyulitkan mobilitas warga, bahkan untuk kendaraan roda dua sekalipun. Kerusakan ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan dan menghambat akses layanan dasar.

“Hal ini tentunya berdampak pada mobilitas masyarakat termasuk akses menuju fasilitas kesehatan, pusat pelayanan publik, bahkan anak-anak sekolah,” ujar Anastasia.

Anastasia memetakan setidaknya ada empat titik kritis yang memerlukan pembangunan jembatan baru, yakni di Lemiyoh, Penu, Geraman serta Pemorai. Jalur ini merupakan satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat setempat untuk menuju pusat kecamatan. Hilang atau terhambatnya akses ini berarti memutuskan hubungan warga dengan pusat layanan publik, pasar, dan kegiatan sosial ekonomi lainnya.

Anastasia menegaskan bahwa pembangunan di keempat titik tersebut bukan lagi sekadar permintaan, melainkan kebutuhan yang sangat mendesak. Ia mendesak pemerintah daerah untuk tidak hanya mengandalkan laporan administrasi, tetapi turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Saya berharap ada peninjauan langsung ke lapangan agar kondisi sebenarnya dapat terlihat dan bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Anastasia juga berharap pemerintah bisa memberikan respon atas keluhan masyarakat ini, sehingga dapat diakselerasi dalam program dan anggaran daerah. Tentunya respon dari Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan dalam mengambil langkah konkrit guna mengatasi darurat Infrastruktur yang dialami masyarakat di jalur Tebidah.

__Terbit pada
23 November 2025
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *