16 Desa di Kecamatan Kayan Hilir Berhasil Dapatkan Tanah Kas Desa

SINTANG, TB- 16 Desa di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang akhirnya mendapatkan Tanah Kas Desa (TKD) dari perusahaan investasi perkebunan kelapa sawit, PT Mega Sawindo Perkasa (MSP).
Kepala Desa Kerapa Sepan yang juga Ketua Forum TKD Kecamatan Kayan Hilir, Robi Darmawan mengatakan 16 Desa di wilayah kerja PT MSP Kayan Hilir mendapat TKD dengan luas lahan 49 Hektar. Saat ini sedang proses penggarapan dan penanaman.
“Jadi untuk lahan tanah kas desa bagi 16 desa di wilayah kerja PT MSP sudah 60% selesai digarap dan
40% sudah mulai ditanam baru,” kata Robi.
Perusahaan menyiapkan dua lahan sebagai lokasi TKD bagi 16 desa tersebut. Lahan pertama berada di wilayah Desa Kerapa Sepan dan satunya lagi di blok P divisi Selatan yang saat ini sedang digarap namun belum mulai ditanam.
“Untuk lahan di wilayah Desa Kerapa Sepan lebih dari 70% sudah dilakukan penanaman dengan perkiraan luas lahan sekitar 15 hektar,” kata Robi.
Dikatakanya bahwa luas lahan yang diperlukan untuk TKD bagi 16 desa di wilayah kerja PT. MSP seluas 49 hektar.
“Lahan yang sudah di floating untuk lahan TKD di atas kertas mencukupi untuk 49 hektar, namun untuk faktanya di lapangan apabila terjadi kekurangan luas lahan tadi kita akan beralih mencari lahan yang lain. Untuk sementara di atas kertas lahan yang ada diperkirakan cukup mencapai 49 hektar. Namun fakta di lapangan kita masih belum mengetahui secara pasti,” terangnya.
“Mungkin ada beberapa lahan yang tidak bisa dikerjakan, mungkin saja karena ada masalah dan kita tidak mau ambil resiko itu. Kita akan hitung ulang setelah lahan-lahan yang bermasalah itu clear. Intinya nanti kita akan memastikan data di atas kertas dan di lapangan itu sama apabila berbeda kita akan carikan solusi lahan yang lain di wilayah kerja PT MSP,” tambahnya.
Diterangkannya bahwa jatah TKD bagi setiap desa berbeda-beda tergantung dari luasan Desa menyerahkan lahan untuk perusahaan. “Luas TKD setiap desa itu variatif sesuai dengan penyerahan lahan. Bekisar 1 hektar sampai 5 hektar per desa,” imbuhnya.
Selama ini, lanjut dia hal yanh menjadi kendala pengerjaan TKD pada bukan November dan Desember 2022 lalu. Pekerjaan terhambat karena kerap terjadi hujan.
“Sekarang kita berharap karena cuaca sudah musim panas pengerjaan TKD bisa lebih cepat. Target kami dengan manajemen perusahaan sebelum bulan 6 semua lahan di dua lokasi floating ini selesai ditanam bukan hanya digarap. Kita berharap juga cuaca mendukung sehingga alat bisa bekerja dengan maksimal tidak terganggu cuaca karena kalau manual kita tidak akan mampu mengejar target,” pungkasnya.