Jadi Inspektur Upacara HUT Kota Sintang yang ke 662, Ini kata Melkianus

SINTANG, TB – Selasa, 14 Mei 2024, Wakil Bupati Sintang Melkianus menjadi Inspektur Upacara untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-662 Kota Sintang di Stadion Baning Sintang.

Tampak hadir di acara tersebut Komandan Korem 121/ABW yang diwakili oleh Brigjen TNI Luqman Arief, S.I.P, Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, serta anggota Forkopimda seperti Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sintang, Sekda Sintang Kartiyus, dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sintang. Turut hadir juga Sultan Sintang Raden Barrie Danu Brata, tokoh adat, dan tokoh budaya yang turut menghadiri acara tersebut.

Dalam pidatonya saat menyampaikan sambutan dari Bupati Sintang, Melkianus menekankan bahwa peringatan hari jadi Kota Sintang merupakan salah satu acara tahunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 11 Tahun 2015 tentang Hari Jadi Kota Sintang.

“Keberadaan Kota Sintang merupakan suatu proses sejarah yang panjang dari adanya wilayah dan pemerintahan yang memiliki struktur dan sistem pemerintahan sesuai dengan zamannya,” kata Melkianus.

“Penetapan hari jadi Kota Sintang diambil dari momentum sejarah perpindahan pusat pemerintahan kesultanan sintang dari wilayah sepauk menuju ke Kota Sintang yang diperkirakan terjadi pada tanggal 10 mei 1362,” tambah Melkianus.

Usia Kota Sintang telah mencapai 662 tahun, sudah lebih dari enam setengah abad Kota Sintang menjadi pusat pemerintahan dan peradaban kehidupan umat manusia.

“Telah banyak peristiwa sejarah yang tercatat dan akan terus bergerak maju menjadi rangkaian cerita peradaban dan perkembangan masyarakat di kota sintang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Melkianus.

“Peradaban kehidupan masyarakat yang beragam dan majemuk menjadikan kota sintang berkembang sangat pesat hingga saat ini. Tema hari jadi Kota Sintang tahun 2024 adalah Sintang Kota Kolaborasi. dari tema besar tersebut terdapat pesan bagi kita untuk selalu menjaga kondisi kehidupan yang kompak, bersatu dan toleransi,” terang Melkianus.

Dengan tema tersebut, diharapkan dapat memaknai slogan “Sintang, Rumah Besar untuk Seluruh Masyarakat” secara efektif. Keberadaan Kota Sintang tidak dapat dilepaskan dari berbagai kepentingan, baik kepentingan politik, ekonomi, sosial budaya maupun kepentingan lainnya.

“Marilah kita jadikan Kota Sintang sebagai kota yang mampu menjadi tempat terbaik untuk melakukan kolaborasi produktif dalam keberagaman kepentingan, suku, agama, budaya, bahasa dan adat istiadat,” pesan Melkianus.

Sumber : Rilis Prokopim
Editor : terasborneo.com

__Terbit pada
14 Mei 2024
__Kategori
Kalbar, Sintang

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *