Kepala Dinas Pendidikan Sintang: Rekrutmen PPPK Guru Hanya Ubah Status Honorer Jadi ASN PPPK

SINTANG, TB – Selasa, 8 Oktober 2024, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus menyampaikan bahwa rekrutmen PPPK Guru di Sintang pada tahun 2024 tidak akan mengatasi kekurangan tenaga pendidik yang diperlukan. Proses rekrutmen ini hanya berfungsi untuk mengubah status pegawai honorer menjadi ASN PPPK.

Adapun sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengumumkan jumlah formasi untuk rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. Kabupaten Sintang mendapatkan kuota sebesar 965, yang dialokasikan untuk formasi tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Dari jumlah tersebut, formasi untuk guru mendapatkan kuota terbanyak, yaitu 425.

“Kalau tidak salah, tahun lalu seratus lima puluhan, sekarang seratus enam puluhan. Belum termasuk yang pindah dan meninggal dunia, tentu kekurangan guru semakin bertambah. Saya sudah menyampaikan bahwa rekrutmen PPPK ini tidak akan mengubah jumlah kekurangan guru, karena hanya mengubah status dari honorer menjadi ASN PPPK,” kata Yustinus.

Yustinus menyampaikan bahwa seharusnya dinas pendidikan telah mengajukan kebutuhan guru kepada BKPSDM sesuai permintaan. Namun, tahun ini, pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK lebih diprioritaskan untuk posisi guru.

“Tahun ini, ada tenaga TU yang diterima meskipun hanya berjenjang SMA. Artinya, ada keinginan teman-teman yang sudah terpenuhi, meskipun mungkin belum bisa memenuhi semuanya. Begitu pula, rekrutmen honorer menjadi PPPK tentu tidak dapat mengakomodasi semua. Namun, harapan kita ke depan semakin terbuka untuk memberikan peluang bagi mereka untuk naik status menjadi ASN PPPK,” terang Yustinus.

Menurut Yustinus, guru honorer yang berhasil lulus PPPK tercatat dalam Dapodik. Maka diharapkan melalui rekrutmen ini, kesejahteraan mereka dapat mengalami peningkatan.

“Dengan menjadi ASN PPPK, diharapkan semangat mereka juga akan semakin tinggi. Itulah harapan kita, agar pelayanan pendidikan dapat menjadi lebih berkualitas,” tutup Yustinus.

__Terbit pada
8 Oktober 2024
__Kategori
Kalbar, Sintang

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *