Ajak Guru PAUD Tetap Semangat Mendidik Generasi Bangsa

SINTANG, TB – Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan sektor pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini. Upaya tersebut dilakukan dengan memperhatikan ketersediaan lembaga pendidikan serta peningkatan mutu tenaga pendidik sebagai fondasi dalam mempersiapkan generasi masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, mengatakan pembangunan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai sejak jenjang paling dasar, termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK).
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dipusatkan di GOR Apang Semangai, Kabupaten Sintang, Sabtu, 31 Oktober 2026 yang lalu.
Roni mengungkapkan, Kabupaten Sintang saat ini memiliki 326 lembaga PAUD dan TK, dengan 299 di antaranya merupakan lembaga PAUD aktif. Keberadaan lembaga pendidikan tersebut menjadi modal penting dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Sintang.
Dirinya juga menyebutkan bahwa dari total 391 desa di Kabupaten Sintang, sebanyak 326 desa telah memiliki lembaga PAUD. Kondisi tersebut menunjukkan luasnya jangkauan layanan pendidikan anak usia dini yang telah tersedia di wilayah Kabupaten Sintang.
“Ini merupakan kekuatan besar bagi Kabupaten Sintang dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Kami terus mendorong peningkatan mutu pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah,” ungkap Roni.
Selain memperluas akses pendidikan, menurutnya, peningkatan kompetensi dan kualitas guru PAUD juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satu upaya yang akan terus didorong adalah memberikan kesempatan kepada para pendidik untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) serta program peningkatan kapasitas lainnya.
Roni berharap berbagai upaya tersebut dapat meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya, sehingga kualitas pembelajaran bagi anak-anak juga semakin baik. Roni menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Di sisi lain, Roni turut menyoroti persoalan regulasi yang dinilai masih membatasi pengakuan terhadap keberadaan guru PAUD, khususnya pendidik yang bekerja pada lembaga pendidikan nonformal. Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar para pendidik memperoleh pengakuan yang sesuai dengan peran dan pengabdian mereka.
“Kita masih menghadapi persoalan regulasi yang membatasi pengakuan terhadap guru PAUD, terutama yang berada di jalur nonformal. Ini menjadi perjuangan bersama untuk menyatukan langkah dan visi agar keberadaan mereka mendapatkan pengakuan melalui perubahan regulasi,” jelas Roni.
Meski demikian, Roni mengingatkan agar persoalan tersebut tidak mengurangi semangat para pendidik dalam menjalankan tugas. Ia berharap seluruh guru PAUD tetap memberikan pengabdian terbaik dalam mendidik dan membimbing anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Tanggung jawab mendidik anak-anak merupakan tugas yang sangat mulia. Saya berharap berbagai tantangan yang ada tidak membuat kita patah semangat untuk terus mempersiapkan generasi emas bangsa,” pungkasnya.
Peringatan HUT HIMPAUDI ke-21 tingkat Provinsi Kalimantan Barat tersebut mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus konsolidasi para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.