Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Menjelang Ramadan

SINTANG, TB – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang gencar melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan hari kemenangan dengan tenang tanpa terbebani gejolak harga pangan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Subendi, memastikan bahwa hingga saat ini ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Kabupaten Sintang masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihaknya terus berkoordinasi dengan para distributor dan pelaku usaha untuk menjaga rantai pasok tetap lancar.
“Masyarakat tidak perlu panik atau menimbun bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Belanja saja sesuai kebutuhan,” ujar Subendi.
Subendi memaparkan hasil pemantauan terkini di sejumlah pasar tradisional. Menariknya, menjelang bulan puasa ini, beberapa komoditas strategis justru mengalami sedikit penurunan harga yang menguntungkan konsumen. Misalnya, harga daging murni tercatat turun dari Rp170 ribu menjadi Rp165 ribu per kilogram. Komoditas lain seperti bawang merah, bawang bombay, dan kentang juga mengalami penurunan harga di kisaran 1 persen.
“Data dari kita mencatat beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Daging murni tercatat turun sekitar 3,13 persen dari harga Rp170 ribu menjadi Rp165 ribu per kilogram dan kentang juga mengalami penurunan sekitar 1 persen,” terang Subendi.
Penurunan harga ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah. Meski demikian, Dinas Perindagkop UKM tidak akan lengah. Komunikasi intensif terus dilakukan bersama distributor dan pedagang di lapangan agar stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga.
Subendi menegaskan, pengawasan pasar akan terus diperketat selama bulan Ramadan mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi sekaligus menghindari adanya praktik curang seperti penimbunan barang yang dapat menyebabkan kelangkaan, atau permainan harga yang tidak wajar dan merugikan konsumen.
“Mengawali bulan suci ini, kami juga menghimbau kepada seluruh pedagang agar tidak memanfaatkan momentum hari raya untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Mari kita bersama-sama menciptakan suasana pasar yang kondusif dan saling menguntungkan, baik bagi pedagang maupun konsumen,” pungkasnya.