Dinas Perkebunan dan Peternakan Sintang Paparkan Data Stok Hewan Ternak Jelang Idul Fitri 2026

SINTANG, TB – Memasuki H-17 menuju Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau hari ke-14 ibadah puasa Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Sintang bergerak cepat mengamankan pasokan bahan pokok. Pada Selasa, 3 Maret 2026, Pemkab Sintang menggelar rapat koordinasi terpadu bersama para pengusaha telur, daging, dan sembako di Ruang Rapat Sekretaris Daerah. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga selama bulan suci dan hari raya.

Dalam rapat yang turut dihadiri oleh Kepala Bulog Sintang, perwakilan Polres Sintang, Kejaksaan Negeri Sintang, Kodim 1205 Sintang, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang memaparkan data populasi ternak terkini. Data ini menjadi acuan penting untuk menjamin kecukupan protein hewani bagi masyarakat.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang, Eka Dahliana, memaparkan data lengkap populasi ternak di daerahnya. Berdasarkan pendataan terkini, populasi sapi potong di Kabupaten Sintang tercatat mencapai 4.965 ekor, kambing sebanyak 3.464 ekor, ayam broiler atau pedaging berjumlah 703.518 ekor, dan ayam petelur sebanyak 78.132 ekor.

“Untuk sapi potong, terdapat lima kecamatan yang menjadi sentra peternakan sapi di Kabupaten Sintang, yaitu Kecamatan Sungai Tebelian, Sepauk, Dedai, Binjai Hilir, dan Tempunak. Dari total populasi, kami mencatat ada 1.327 ekor sapi yang sudah siap potong untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat,” terang Eka Dahliana.

Eka Dahliana juga menyoroti perkembangan sektor perunggasan, khususnya ayam petelur. Ia menyebutkan bahwa terdapat 19 kelompok peternak ayam petelur di Sintang. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya legalitas usaha untuk memudahkan koordinasi dan pengembangan bisnis.

“Jumlah peternak ayam petelur ada 19 kelompok, hanya saja baru 4 yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Ini menjadi catatan kita bersama untuk terus mendorong para peternak melengkapi administrasi agar usaha mereka lebih berdaya saing dan mudah mengakses berbagai program pemerintah,” tambah Eka Dahliana.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, menjelaskan bahwa pertemuan yang dilaksanakan lebih awal ini merupakan langkah antisipatif dan preventif. Tujuannya adalah untuk menggali informasi langsung dari para pelaku usaha mengenai kondisi riil stok dan harga di lapangan, serta kendala yang mungkin mereka hadapi menjelang hari raya.

“Dengan rapat koordinasi seperti ini, kami bisa mendapatkan informasi valid dari para pengusaha mengenai stok dan harga sembako, serta masalah apa yang sedang mereka hadapi. Dengan demikian, jika ada masalah, Pemkab Sintang bisa segera membantu dan mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatasinya. Target kita jelas, yaitu stok sembako dan daging cukup di pasaran, serta harganya tetap stabil hingga Hari Raya Idul Fitri nanti,” ungkap Helmi.

Sumber : Rilis Kominfo Sintang

__Terbit pada
4 Maret 2026
__Kategori
OPD

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *