Sekolah Lapang Gempa Bumi 2026, Pemkab Sintang Dorong Masyarakat Tangguh Hadapi Bencana

SINTANG, TB — Pemerintah Kabupaten Sintang berharap pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi yang diselenggarakan oleh Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II mampu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi di masa depan. Harapan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, saat mewakili sekaligus membacakan sambutan Bupati Sintang pada pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi Kabupaten Sintang Tahun 2026 di Hotel Bagoes, Kamis, 20 Agustus 2026. “Saya berharap setelah mengikuti sekolah lapang ini, kita tidak hanya membawa pulang pengetahuan. Kita harus membawa pulang kemampuan. Kemampuan untuk membaca informasi gempa. Kemampuan membedakan informasi resmi dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kemampuan menentukan tindakan yang tepat. Dan yang paling penting, kemampuan untuk mengajak orang lain agar juga siap menghadapi bencana,” harap Helmi.
Helmi juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI, yang dinilai terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan serta penguatan ketangguhan masyarakat di daerah, termasuk dalam meningkatkan kapasitas menghadapi bencana. “Saya juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Bapak Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI, yang terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan serta penguatan ketangguhan masyarakat di daerah, termasuk dalam upaya meningkatkan kapasitas menghadapi bencana,” terang Helmi. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi dengan pembangunan manusia yang mampu menghadapi berbagai risiko bencana.
“Dukungan seperti ini menunjukkan bahwa membangun daerah bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, gedung dan infrastruktur. Membangun daerah juga berarti membangun manusia yang siap menghadapi risiko. Sebab infrastruktur yang kuat harus dibarengi dengan masyarakat yang tangguh. Kita ingin Kabupaten Sintang bukan hanya menjadi daerah yang berkembang, tetapi juga menjadi daerah yang siap, tangguh dan cepat bangkit ketika bencana terjadi,” terang Helmi. Ia juga berpesan agar pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diteruskan kepada keluarga, sekolah, kantor, dan masyarakat. “Saya ingin menitipkan satu pesan kepada seluruh peserta sekolah lapang gempa bumi. Jangan jadikan ilmu kebencanaan berhenti di ruangan ini. Bawa pengetahuan ini ke kantor. Bawa ke sekolah. Bawa ke keluarga. Bawa ke lingkungan masyarakat. Sampaikan kepada anak-anak kita bahwa ketika terjadi gempa, jangan berlari tanpa arah. Jangan panik. Jangan percaya begitu saja pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Ajarkan mereka untuk memahami tanda-tanda, mengikuti informasi resmi, melindungi diri dan membantu orang lain. Karena sesungguhnya, satu orang yang memahami mitigasi bencana dapat menyelamatkan banyak orang,” beber Helmi.
Ia mengatakan, semakin banyak masyarakat yang memahami mitigasi bencana, maka semakin kuat pula ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. “Dan apabila pengetahuan itu dimiliki oleh ribuan orang, maka kita sedang membangun sebuah masyarakat yang jauh lebih kuat menghadapi bencana. Kita sedang mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Indonesia Emas bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, teknologi yang maju atau pembangunan infrastruktur yang hebat. Indonesia Emas juga harus menjadi Indonesia yang tangguh terhadap bencana. Generasi emas adalah generasi yang tidak mudah panik ketika menghadapi krisis. Generasi yang memahami risiko. Generasi yang cepat mengambil keputusan. Generasi yang mampu melindungi dirinya sekaligus menyelamatkan orang lain. Dan semuanya harus kita mulai dari sekarang, termasuk dari Kabupaten Sintang,” terang Helmi.
Helmi mengajak seluruh peserta mengikuti Sekolah Lapang Gempa Bumi dengan sungguh-sungguh serta mengajak seluruh perangkat daerah, TNI, Polri, dunia pendidikan, media massa, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat Kabupaten Sintang membangun sinergi dalam mewujudkan daerah yang tangguh bencana. “Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti sekolah lapang gempa bumi ini dengan sungguh-sungguh. Belajar dengan serius. Bertanya sebanyak-banyaknya. Berlatih sebaik-baiknya. Dan pulang membawa ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat,” harap Helmi. Ia juga mengingatkan pentingnya mengubah cara pandang bahwa penanggulangan bencana bukan hanya dilakukan saat bencana terjadi. “Saya juga mengajak seluruh perangkat daerah, TNI, Polri, dunia pendidikan, media massa, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk membangun sinergi dalam mewujudkan Kabupaten Sintang yang tangguh bencana. Mari kita ubah cara pandang kita: bencana bukan hanya urusan ketika bencana terjadi. Bencana adalah urusan kita sejak sebelum bencana terjadi. Semakin siap kita sebelum bencana, semakin kecil risiko yang harus kita hadapi ketika bencana datang,” harap Helmi. “Semoga sekolah lapang gempa bumi Kabupaten Sintang Tahun 2026 memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kabupaten Sintang. Mari kita pahami potensinya. Mari kita siapkan aksinya. Mari kita kuatkan sinerginya. Dan ketika gempa terjadi, mari kita pastikan Kabupaten Sintang tidak panik, tetapi tahu apa yang harus dilakukan,” harap Helmi.