Kades Diminta Taat Aturan Kelola Anggaran

SINTANG, TB – Maraknya kasus hukum yang menjerat sejumlah kepala desa menjadi perhatian serius di Kabupaten Sintang. Kondisi ini dinilai sebagai peringatan penting agar pengelolaan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dilakukan secara hati-hati dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman, menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar dari masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan agar kepercayaan tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Menurutnya, dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat sejatinya memiliki tujuan strategis, yakni mendorong pembangunan di tingkat desa, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat ekonomi lokal. Namun, tujuan tersebut bisa melenceng apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara benar.
Hikman Sudirman menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran. Semua kegiatan yang menggunakan dana desa harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun hukum. Selain itu, pelibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan juga menjadi kunci untuk mencegah terjadinya penyimpangan.
“Banyak kejadian yang bisa dijadikan pembelajaran, ada kepala desa yang akhirnya tersandung hukum bahkan dipenjara karena pengelolaan anggaran yang tidak tepat. Ini jangan sampai terulang,” ujar Hikman Sudirman.
Hikman Sudirman juga mendorong para kepala desa agar tidak ragu untuk berkonsultasi jika menghadapi kendala dalam pengelolaan anggaran. Ia menyarankan agar koordinasi dilakukan dengan pihak terkait, seperti inspektorat daerah maupun pendamping desa, guna meminimalkan kesalahan administratif.
Lebih jauh, ia menilai langkah preventif seperti pendampingan dan pengawasan harus dimanfaatkan secara optimal. Dengan begitu, potensi kesalahan yang dapat berujung pada persoalan hukum bisa ditekan sejak dini.
“Kalau ada keraguan, sebaiknya dikonsultasikan. Jangan mengambil keputusan sendiri yang justru berisiko menimbulkan masalah di kemudian hari,” pungkasnya.