Toni Kembali Dipercaya Pimpin PGD Sintang, Target Pelaksanaan Juli 2026

SINTANG, TB – Pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XIII Kabupaten Sintang tahun 2026 diperkirakan berlangsung pada akhir Juli. Kepastian jadwal tersebut masih menunggu hasil rapat panitia yang akan digelar dalam waktu dekat.
Ketua Panitia PGD 2026, Toni, menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan belum diputuskan secara final. “Untuk jadwal pastinya masih menunggu hasil rapat nanti, tetapi sementara ini kita perkirakan akan dilaksanakan pada akhir Juli,” ujar Toni.
Sebagai langkah awal persiapan, Toni telah menjadwalkan rapat perdana pembentukan panitia pada 9 Mei 2026. Pertemuan tersebut rencananya akan berlangsung di kediamannya yang berada di Jerora Satu, tepat di belakang Rumah Betang. Ia menegaskan bahwa rapat awal ini menjadi titik awal penyusunan struktur dan pembagian tugas panitia.
“Rencana kita, tanggal 9 Mei akan digelar rapat pertama pembentukan panitia. Tempatnya di rumah saya di Jerora Satu, belakang Rumah Betang,” jelas Toni.
Selain fokus pada persiapan tingkat kabupaten, Toni juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima undangan untuk menghadiri Gawai Dayak tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Sintang kemungkinan besar akan kembali mengirimkan kontingen untuk berpartisipasi dalam berbagai perlombaan.
“Undangan untuk Gawai Dayak provinsi sudah kami terima. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan kita juga akan mengirim perwakilan untuk ikut lomba,” kata Toni.
Toni sendiri kembali dipercaya memimpin kepanitiaan PGD setelah sebelumnya menjabat posisi yang sama pada tahun 2025. Ia mengaku amanah tersebut baru diterimanya beberapa hari lalu dan siap menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.
“Sekitar empat hari yang lalu saya kembali diberi kepercayaan untuk menjadi ketua panitia. Amanah ini tentu akan kami jaga dan laksanakan sebaik mungkin, apalagi ini merupakan kepercayaan dari para tokoh adat dan masyarakat Dayak,” pungkasnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengikuti arahan para tokoh adat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut agar berjalan sesuai nilai dan tradisi yang dijunjung tinggi masyarakat Dayak.