Dorong Pemerataan Alat UPJJ di Setiap Wilayah

SINTANG, TB – Kebutuhan akan percepatan penanganan kerusakan jalan di Kabupaten Sintang semakin mendesak, seiring luasnya wilayah dan tingginya mobilitas masyarakat. Namun, keterbatasan sarana menjadi salah satu faktor utama yang menghambat optimalnya pemeliharaan infrastruktur di berbagai daerah.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Chomain Wahab, menilai bahwa penyediaan alat Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) di setiap jalur wilayah merupakan solusi yang perlu dipertimbangkan secara serius. Menurutnya, keberadaan alat yang tersebar merata akan mempercepat respons terhadap kerusakan jalan.
Chomain menjelaskan bahwa saat ini keterbatasan alat membuat proses perbaikan harus dilakukan secara bergiliran. Kondisi tersebut menyebabkan penanganan menjadi kurang efektif, bahkan berpotensi memperparah kerusakan jika tidak segera ditangani.
“Selama ini perbaikan jalan harus menunggu giliran karena alat yang tersedia masih terbatas. Ini yang membuat penanganannya memakan waktu lebih lama,” jelas Chomain.
Dirinya mengungkapkan bahwa idealnya setiap jalur wilayah memiliki satu set alat UPJJ agar penanganan dapat dilakukan secara langsung di lokasi tanpa harus menunggu mobilisasi dari daerah lain. Skema tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi risiko kerusakan yang semakin berat.
Menurutnya, dengan luas wilayah yang mencakup 14 kecamatan, kebutuhan sarana ini memang tidak bisa dihindari jika ingin mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur. Keberadaan alat di tiap wilayah akan memungkinkan tindakan cepat saat kerusakan mulai terjadi.
Meski demikian, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama dalam pengadaan alat tersebut. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan bertahap serta prioritas yang jelas dalam pemenuhan kebutuhan sarana.
Dengan dukungan alat yang memadai, diharapkan proses pemeliharaan jalan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efisien, sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik serta aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu oleh kondisi jalan yang rusak.