Antisipasi Lonjakan, Sintang Terima Tambahan Elpiji

SINTANG, TB – Menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) memastikan bahwa ketersediaan tabung elpiji di wilayah tersebut tetap aman. Meskipun terjadi pengurangan kuota subsidi secara nasional, Kabupaten Sintang justru mendapatkan tambahan pasokan dari Pertamina guna menjaga stabilitas ketersediaan di pasaran.
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Sintang, Subendi, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kebutuhan energi rumah tangga masyarakat terpenuhi, terutama pada masa-masa puncak konsumsi seperti saat ini. Ia menjelaskan bahwa tambahan pasokan telah dialokasikan secara khusus untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi menjelang hari raya.
“Mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, informasi dari Pertamina, Kabupaten Sintang memperoleh tambahan sekitar 40 ribu tabung elpiji selama bulan Ramadan,” kata Subendi.
Menurutnya, tambahan pasokan tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat masyarakat. Dengan adanya alokasi tambahan ini, diharapkan distribusi elpiji di seluruh kecamatan di Kabupaten Sintang dapat berjalan lancar hingga pasca-Lebaran.
Subendi juga mengakui bahwa meskipun ketersediaan pasokan di tingkat distributor dan pangkalan terjaga, harga elpiji di tingkat pengecer terkadang masih ditemukan lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET). Ia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari mekanisme pasar yang terjadi di lapangan, di mana rantai distribusi yang panjang serta biaya operasional pengecer turut mempengaruhi harga jual.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara berkala. Harga di tingkat pangkalan, menurutnya, masih dapat dikendalikan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kita dari pemerintah daerah memastikan harga elpiji di tingkat pangkalan masih dapat dikendalikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terang Subendi.
Pemerintah daerah berharap dengan adanya tambahan pasokan elpiji tersebut, kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.