Tangani Stunting, Kadinkes Sintang Ajak Perusahaan Ambil Peran

SINTANG, TB – Penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, mengingatkan bahwa sektor swasta juga harus ambil bagian. Ia menilai perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak bisa memberikan kontribusi nyata melalui program tanggung jawab sosial atau CSR.

“Stunting ini adalah tanggung jawab bersama. Semua elemen masyarakat harus bergerak. Jika tidak ditangani dengan serius, dampaknya bisa panjang, tidak hanya pada anak itu sendiri, tapi juga pada masa depan daerah,” ungkap Edy Harmaeni.

Kenaikan angka stunting di Sintang membuat pemerintah daerah harus mengevaluasi ulang berbagai program yang sudah berjalan. Menurut Edy, tidak ada solusi tunggal untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Apa yang harus dievaluasi, banyak hal. Karena masalah stunting ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak. Semua harus terlibat,” kata Edi Harmaeni.

“Pemerintah, desa, perangkat desa, kader, bahkan perusahaan juga harus ikut ambil peran,” tambah Edy Harmaeni.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa menjaga gizi anak sejak dini adalah investasi penting bagi masa depan bangsa. Kesadaran ini harus tumbuh tidak hanya dari pemerintah, tapi dari seluruh lapisan masyarakat.

“Masalah stunting memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Tapi, dengan gotong royong dan kepedulian bersama, Sintang diyakini bisa kembali menjadi contoh dalam penanganan stunting di Kalimantan Barat,” tutup Edy Harmaeni.

__Terbit pada
12 Juni 2025
__Kategori
OPD

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *