Dewan Sintang Dorong Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Anastasia

SINTANG, TB- Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, meminta agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sintang memprioritaskan warga lokal sebagai tenaga kerja tetap. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Anastasia, masih banyak perusahaan yang cenderung merekrut tenaga kerja dari luar daerah, padahal banyak masyarakat Sintang yang memiliki potensi dan kemampuan. “Sudah seharusnya perusahaan memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk berkembang, bukan justru mengabaikan mereka,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi lebih aktif dalam mengawal hal ini. Selain mendesak perusahaan mempekerjakan tenaga kerja lokal, Pemkab Sintang juga diminta meningkatkan jumlah peserta pelatihan keterampilan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Latihan Kerja dan Usaha Kecil Menengah.

“Pelatihan kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, sehingga peserta pelatihan memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Anastasia menekankan bahwa pelatihan keterampilan tidak boleh hanya menjadi program formalitas, tapi harus tepat sasaran dan berkualitas. Ia menyebut bahwa pengembangan sumber daya manusia yang terampil merupakan kunci untuk mengurangi pengangguran terbuka dan menurunkan angka kemiskinan.

Untuk menunjang hal tersebut, DPRD mendorong pemerintah daerah menyediakan sarana dan prasarana pelatihan yang memadai, termasuk dukungan anggaran yang cukup. “Kalau kita ingin masyarakat Sintang punya daya saing, maka pelatihan harus dilengkapi dengan alat yang memadai dan instruktur yang kompeten,” jelasnya.

Anastasia juga berharap ada kerjasama antara pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan dalam merancang pelatihan yang efektif. Dengan begitu, lulusan pelatihan tidak hanya siap kerja, tapi juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Kita ingin lihat anak-anak muda Sintang bisa kerja, bisa buka usaha, dan bisa hidup mandiri di kampung sendiri. Jangan sampai potensi mereka terbuang sia-sia karena kurangnya perhatian dari pihak terkait,” ujar Anastasia.

__Terbit pada
11 Juni 2025
__Kategori
Parlemen, Sintang

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *