Sinergi Pemerintah dan Perusahaan, Camat Kelam Permai Dorong Peran CSR untuk Jalan dan Jembatan

SINTANG, TB – Pemerintah Kecamatan Kelam Permai akan mengambil langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran daerah untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat akan infrastruktur. Camat Kelam Permai, Rita Fransiska, menyatakan pihaknya berencana akan menggandeng perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di wilayah Kelam Permai melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu percepatan pembangunan jalan dan jembatan.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya aspirasi masyarakat yang mengusulkan berbagai proyek infrastruktur, namun terkendala oleh kapasitas anggaran pemerintah yang terbatas. Rita Fransiska mengungkapkan bahwa hingga saat ini, masih banyak ruas jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan Kelam Permai yang membutuhkan perhatian serius.
“Kebutuhan seperti jalan dan jembatan masih sangat banyak yang perlu perhatian di Kelam Permai. Oleh karena itu, keterlibatan perusahaan yang berinvestasi di wilayah Kecamatan Kelam Permai sangat diharapkan untuk dapat membantu mempercepat pembangunan,” ujar Rita Fransiska.
Menurut Rita Fransiska, keterlibatan perusahaan melalui CSR bukan hanya akan meringankan beban anggaran pemerintah, tetapi juga menciptakan sinergi yang saling menguntungkan antara dunia usaha dan masyarakat sekitar.
“Pemerintah kecamatan akan berupaya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan yang berinvestasi di wilayah Kelam Permai agar dapat mengambil peran dalam pembangunan di daerah sekitar operasional mereka,” ungkap Rita Fransiska.
Rita Fransiska menjelaskan bahwa usulan pembangunan infrastruktur sebenarnya telah banyak disampaikan oleh masyarakat, terutama terkait akses jalan yang menghubungkan antar desa dan jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian warga. Namun, kondisi anggaran yang terbatas membuat tidak semua usulan dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan.
“Usulan pembangunan infrastruktur sebenarnya telah banyak disampaikan oleh masyarakat, tetapi kondisi anggaran yang terbatas membuat tidak semua usulan dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan,” terang Rita Fransiska.
Ke depan, Rita Fransiska berharap para pemangku kepentingan, termasuk perusahaan-perusahaan yang telah berinvestasi di Kelam Permai, dapat membuka ruang dialog yang konstruktif dengan pemerintah kecamatan. Dengan koordinasi yang baik, ia optimistis berbagai program pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat dapat segera diwujudkan tanpa harus menunggu alokasi anggaran pemerintah pusat maupun daerah yang terbatas.