Dewan Sintang Minta RSUD Pastikan Obat Tersedia di Apotek

SINTANG, TB- Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, mendorong Pemerintah Daerah dan manajemen RSUD Ade Muhammad Djoen untuk segera menambah ketersediaan obat-obatan di apotek rumah sakit. Langkah ini dinilai penting agar pasien tidak kesulitan saat menebus resep dari dokter, apalagi bagi masyarakat yang datang dari pelosok dan tidak mengenal lingkungan sekitar rumah sakit.
“Banyak keluhan dari pasien yang tidak bisa mendapatkan obat langsung di apotek rumah sakit. Mereka harus cari ke luar, ini merepotkan, terutama bagi keluarga pasien yang berasal dari daerah jauh,” kata Anastasia.
Menurutnya, apotek di RSUD seharusnya menyediakan obat secara lengkap dan mudah diakses. Ketersediaan obat yang cukup akan mempercepat proses pengobatan pasien dan mengurangi beban keluarga yang mendampingi. Anastasia juga menambahkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal ruang rawat, tapi juga soal kenyamanan dan kemudahan akses terhadap semua kebutuhan pasien.
Selain soal apotek, Politisi Nasdem ini juga meminta agar proses serah terima Rumah Susun (Rusun) di area RSUD segera dipercepat. Fasilitas ini, kata dia, dapat digunakan oleh keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama mendampingi anggota keluarganya dirawat.
“Rusun itu sangat bermanfaat kalau sudah bisa digunakan. Kita dorong agar proses serah terimanya segera diselesaikan dan bisa dipakai dengan tarif terjangkau,” ujarnya.
Tak kalah penting, Anastasia juga menyoroti pelayanan bagi masyarakat miskin yang belum memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus agar warga tetap bisa berobat tanpa terkendala biaya.
“Banyak masyarakat yang belum punya BPJS PBI, padahal mereka sangat membutuhkan pelayanan. Pemerintah harus hadir dan mengalokasikan dana untuk mereka,” tambahnya.
Anastasia menegaskan bahwa semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sintang.
“Kami ingin rumah sakit kita ini benar-benar melayani masyarakat dengan baik. Obatnya harus tersedia, fasilitas harus dimanfaatkan maksimal, dan tidak ada warga yang ditolak karena tidak mampu,” ujar Anastasia.