Anastasia: Raimuna Momentum Kenalkan Keindahan dan Budaya Sintang

SINTANG, TB- Gelora semangat kepramukaan kembali bergema di bumi Khatulistiwa. Raimuna Daerah se-Kalimantan Barat secara resmi dimulai di Kabupaten Sintang pada Selasa, 25 November 2025. Sebanyak 662 anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang berasal dari 14 kabupaten dan kota se-Kalbar telah berkumpul di Bumi Senentang untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Kegiatan besar yang dipusatkan di Stadion Baning tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan karakter, keterampilan, dan persaudaraan antar generasi muda.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya event regional ini. Ia menekankan bahwa nilai Raimuna tidak hanya terletak pada kompetisi, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pertukaran budaya. Anastasia secara khusus menyoroti rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya berfokus pada pengembangan diri peserta, tetapi juga secara cerdas memperkenalkan potensi wisata daerah melalui kunjungan-kunjungan edukatif.
“Kita berharap para peserta Raimuna, ketika nantinya pulang, akan membawa cerita positif tentang Sintang dan membagikannya kepada masyarakat di daerahnya masing-masing,” ujar Anastasia.
Mengisi hari kedua pelaksanaan Raimuna, seluruh peserta diajak untuk melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi budaya dan sejarah andalan Sintang. Tur edukatif ini menjelahahi Keraton Sintang yang megah, Galeri Motor Bandong yang unik, dan Museum Kapuas Raya yang menyimpan khazanah sejarah daerah. Kegiatan ini bukan sekadar wisata, melainkan menjadi kesempatan emas bagi para pemuda dari berbagai penjuru Kalbar untuk menyaksikan langsung kekayaan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki Sintang.
Menurut Anastasia, kunjungan semacam ini memiliki dampak ganda. Di satu sisi, ia memberikan pemahaman dan wawasan baru bagi para peserta. Di sisi lain, ini merupakan strategi yang efektif untuk mengenalkan dan mengakar-kuatkan kekayaan budaya Sintang kepada generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memberi pengaruh positif bagi pelestarian warisan budaya lokal. Dengan mengenal, mereka akan tumbuh rasa memiliki dan bangga, yang pada akhirnya mendorong semangat untuk melestarikannya,” pungkasnya.