Tenaga Non-ASN Perlu Perhatian Serius Pemerintah

SINTANG, TB – Perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kependidikan non-ASN di Kabupaten Sintang dinilai masih perlu ditingkatkan. Padahal, keberadaan mereka memiliki peran penting dalam menunjang operasional sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono, menilai tenaga non-ASN, mulai dari guru honorer, tenaga administrasi, hingga pendamping pendidikan, selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait penghasilan dan fasilitas kerja.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi semangat dan kinerja mereka dalam menjalankan tugas. Padahal, kontribusi tenaga kependidikan non-ASN sangat besar dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

“Peran tenaga kependidikan non-ASN tidak bisa dianggap sebelah mata. Mereka juga berkontribusi dalam membentuk generasi muda, sehingga kesejahteraannya harus menjadi perhatian,” kata Senen Maryono.

Senen Maryono menjelaskan, tekanan finansial yang dihadapi tenaga non-ASN sering kali menjadi kendala tersendiri. Penghasilan yang tidak menentu membuat mereka harus bekerja dalam kondisi yang kurang ideal.

“Banyak dari mereka bekerja dengan keterbatasan, baik dari sisi penghasilan maupun fasilitas. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” kata Senen Maryono.

Senen Maryono menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan gaji, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain seperti fasilitas kerja, pelatihan, hingga jaminan sosial.

“Peningkatan kesejahteraan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya soal gaji, tetapi juga dukungan lain yang bisa meningkatkan kualitas kerja mereka,” tambah Senen Maryono.

Dirinya juga mendorong pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang lebih jelas terkait status, hak, serta sistem remunerasi bagi tenaga kependidikan non-ASN. Langkah tersebut dinilai penting agar mereka merasa dihargai dan memiliki kepastian dalam bekerja.

“Tenaga non-ASN adalah bagian dari sistem pendidikan. Jika kesejahteraan mereka diperhatikan, maka kualitas pendidikan juga akan ikut meningkat,” pungkasnya.

Senen Maryono berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret guna memastikan tenaga kependidikan non-ASN mendapatkan perhatian yang layak demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sintang.

__Terbit pada
15 April 2026
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *