Optimalisasi PAD dan Akses Pendanaan Eksternal untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur

SINTANG, TB- Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sintang masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait keterbatasan anggaran daerah. Berbagai kebutuhan seperti jalan, jembatan, fasilitas pelayanan publik, hingga sarana pendukung ekonomi masyarakat membutuhkan alokasi dana yang jauh lebih besar dibanding kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mencari alternatif pembiayaan dari luar APBD, termasuk memanfaatkan program pemerintah pusat dan provinsi.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman, menekankan pentingnya langkah strategis pemerintah daerah dalam menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan lokal. Salah satu contoh adalah perparkiran, yang menurutnya memiliki potensi besar untuk menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun hingga kini, kontribusi sektor tersebut masih jauh dari maksimal.

Hikman menilai bahwa belum optimalnya pendapatan parkir disebabkan oleh pengelolaan yang belum berada dalam satu komando yang jelas. Ia menegaskan bahwa sistem pengelolaan yang baik sangat berpengaruh pada efektivitas pengawasan, penataan lokasi parkir, hingga pemungutan retribusi agar seluruh pendapatan dapat tercatat dan masuk ke kas daerah.

“Perlu pengelolaan perparkiran yang lebih teratur dan terarah. Jika dikelola dengan baik, PAD dari sektor ini pasti meningkat,” ungkap Hikman Sudirman.

Selain memaksimalkan potensi daerah, Hikman Sudirman juga mendorong pemerintah Kabupaten Sintang untuk memperkuat komunikasi serta meningkatkan kualitas usulan kepada pemerintah pusat maupun provinsi. Menurutnya, banyak program pendanaan pembangunan yang tersedia, tetapi hanya dapat dimanfaatkan apabila pemerintah daerah aktif dalam mengajukan proposal secara tepat dan terukur.

“Tentunya banyak program pusat dan provinsi yang bisa dimanfaatkan jika kita serius mengusulkannya. Ini penting mengingat kebutuhan pembangunan di Kabupaten Sintang cukup besar dan tidak semuanya dapat ditutupi oleh APBD,” pungkasnya.

Hikman berharap, dengan kombinasi antara optimalisasi PAD dan pemanfaatan program pendanaan eksternal, pembangunan infrastruktur di Sintang dapat berlangsung lebih merata, berkelanjutan, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.

__Terbit pada
25 November 2025
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *