Imbas Pemotongan Dana Desa Rp45 Miliar, DPRD Sintang Minta Kades Cermat Rencanakan APBDes

SINTANG, TB- Anggota DPRD Sintang, Juni, meminta agar para kades lebih cermat dan teliti dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2026, menyusul informasi terkini mengenai pengurangan dana yang signifikan.
Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Sintang, total Dana Desa untuk Kabupaten Sintang pada 2026 mengalami pemotongan sebesar Rp 45 miliar. Kepala DPMPD, Yasser Arafat, menjelaskan bahwa dengan adanya 390 desa penerima, rata-rata setiap desa akan kehilangan alokasi sekitar Rp 117 juta dari angka yang biasa diterima sebelumnya.
“Dalam situasi seperti ini, perencanaan yang hati-hati sangat diperlukan agar penyesuaian anggaran tidak mengganggu pelayanan dan program prioritas di desa,” tegas Juni.
Juni menekankan agar desa memfokuskan anggaran yang tersedia pada program-program yang berdampak langsung dan terukur bagi kesejahteraan masyarakat, serta menghindari belanja yang kurang esensial.
Lebih lanjut, Juni mengingatkan para kepala desa untuk tetap berpedoman pada instruksi dan arahan dari pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten. Ia menyebut kewajiban untuk mendukung program strategis daerah, seperti Asta Cita Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, tetap harus diakomodasi dalam perencanaan APBDes meski dengan anggaran yang lebih ketat.
Di sisi sosial, Juni juga mengimbau agar kepala desa aktif memberikan pemahaman dan transparansi kepada masyarakat terkait perubahan alokasi anggaran ini. “Masyarakat perlu mengetahui alasan desa harus melakukan penyesuaian kegiatan. Komunikasi yang baik akan menjaga kepercayaan dan partisipasi warga,” ujar Juni.
Meski dihadapkan pada tantangan pengurangan anggaran, Juni menegaskan bahwa semangat membangun desa tidak boleh ikut menurun. Ia mendorong agar kegiatan-kegiatan penting dan mendesak tetap diprioritaskan.
“Saya juga mengingatkan, jika mengalami kesulitan dalam penyusunan atau pelaksanaan, jangan ragu untuk berkoordinasi intensif. Kita harus bersama-sama mencari solusi terbaik untuk kemajuan desa,” pungkas Juni.