Musim Banjir, Harga Kebutuhan Pokok di Pedalaman Melonjak

 


SINTANG, TB – Zulkarnain , Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang mengatakan tingginya harga bahan kebutuhan pokok di dua kecamatan yaitu Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau dikarenakan dampak dari banjir yang melanda kedua kecamatan tersebut.

Zulkarnain menjelaskan, disaat musim hujan bahan kebutuhan pokok dibawa melalui jalur sungai sehingga menyebabkan biaya transportasi yang tinggi, belum lagi ditambah dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

“Jika kita membawa barang menggunakan kapal ke serawai dan ambalau, konsumsi minyaknya bisa menghabiskan ratusan liter, hal itu dikarenakan memakan waktu dua sampai tiga hari diperjalanan. Dengan biaya transportasi yang tinggi, wajar saja bahan kebutuhan pokok di sana menjadi mahal harganya. Memang stok barang kebutuhan di sana selalu ada, hanya harga nya yang mengalami kenaikan,” terang Zulkarnain.

Lanjut Zulkarnain, dirinya meminta kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan operasi pasar tidak hanya di dalam kota saja, tetapi dilakukan juga di daerah-daerah pedalaman mengingat masyarakat di sana juga membutuhkannya.

“Mohon operasi pasar jangan hanya di gelar di kota saja, tetapi masyarakat kita di pedalaman juga sangat membutuhkannya. Kita tahu lah ekonomi masyarakat sedang sulit saat ini, harga karet saja yang menjadi komoditi andalan masyarakat di pedalaman kini harganya anjlok,” ujar Zulkarnain.

Politisi dari daerah pemilihan serawai dan ambalau ini berharap ada solusi dari pemerintah terkait tingginya harga bahan pokok di pedalaman ini. Terutama disaat bencana banjir tiba, dirinya meminta kepada pemerintah untuk mengadakan operasi pasar untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat di daerah pedalaman.

“Saat ini masyarakat di pedalaman berharap ada solusi dari pemerintah daerah untuk mengatasi situasi kenaikan harga bahan pokok ini, salah satu nya yakni disaat musim banjir tiba, mohon pemerintah menggelar operasi pasar untuk menekan lonjakan harga barang di pedalaman dan meringankan beban hidup masyarakat di daerah pedalaman,” pungkasnya.

__Terbit pada
15 November 2022
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *