Ketua Komisi B DPRD Sintang: Infrastruktur adalah Urat Nadi Masyarakat

SINTANG, TB – Kebijakan pemangkasan anggaran infrastruktur di Kabupaten Sintang mendapat soratan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman, menyatakan keprihatinannya bahwa pengurangan anggaran ini dapat menghambat laju perekonomian masyarakat jika berlangsung terlalu lama. Ia menekankan hubungan erat antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan ekonomi.

“Kita tentu berharap ke depan pemangkasan anggaran ini tidak terus-menerus. Karena membangun infrastruktur itu sama dengan membangun ekonomi masyarakat,” ujar Hikman Sudirman.

Lebih lanjut, politisi Partai Demokrat tersebut menekankan bahwa infrastruktur masih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi wilayah Sintang. Menurutnya, sektor ini memiliki korelasi langsung dengan aktivitas perekonomian warga. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan jaringan transportasi yang layak merupakan prasyarat bagi lancarnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang.

“Kebutuhan infrastruktur itu merupakan urat nadi masyarakat kita. Karena infrastruktur seperti jalan dan jembatan merupakan prasyarat bagi lancarnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang.,” tegas Hikman Sudirman.

Hikman Sudirman juga mengakui kompleksitas permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah. Di satu sisi, tuntutan untuk membangun infrastruktur sangat tinggi, sementara di sisi lain, kemampuan keuangan daerah memiliki batasan.

“Kepadatan infrastruktur di banyak wilayah di Sintang masih jauh dari memadai. Sementara kapasitas keuangan daerah masih terbatas,” ungkap Hikman Sudirman.

Komisi B DPRD Sintang berharap, meski pemangkasan anggaran terpaksa dilakukan saat ini, pemerintah daerah dapat mencari strategi pendanaan inovatif dan memprioritaskan pemulihan anggaran infrastruktur di tahun-tahun mendatang. Hal ini dinilai krusial tidak hanya untuk mengejar ketertinggalan pembangunan fisik, tetapi lebih penting lagi, untuk menjamin bahwa roda perekonomian masyarakat di pelosok dan daerah terpencil tidak terus-menerus tersendat dan justru dapat bergerak maju.

__Terbit pada
9 November 2025
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *