Dinsos Sintang Ajak Masyarakat Bersama Tangani Isu Sosial

SINTANG, TB – Masyarakat Kabupaten Sintang diharapkan dapat menjadi lebih inklusif dan peduli terhadap isu-isu sosial di sekitar mereka. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sintang, Ulidal Muchtar, menegaskan bahwa persoalan sosial tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa isu-isu sosial ini adalah tanggung jawab kita secara bersama-sama, dan bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah saja,” ujar Ulidal.
Melalui pendekatan edukatif, Dinas Sosial (Dinsos) Sintang terus berupaya menumbuhkan kepedulian dan empati di tengah masyarakat. Edukasi ini, menurut Ulidal, menjadi langkah preventif agar masyarakat lebih terbuka dan sadar terhadap persoalan sosial yang ada.
“Seluruh kegiatan ini lebih bersifat preventif, yakni memberikan pemahaman dan membuka wawasan masyarakat agar lebih peduli terhadap sesama,” tambah Ulidal.
Salah satu bentuk kegiatan edukatif tersebut dilakukan melalui sosialisasi di sekolah-sekolah. Isu yang diangkat pun menyasar persoalan penting seperti perundungan atau bullying. Ulidal menyebut bahwa pembentukan karakter sosial perlu dimulai sejak dini.
“Kegiatan sosialisasi kami di sekolah-sekolah bertujuan memberi kesadaran kepada anak-anak bahwa tindakan seperti bullying adalah perbuatan yang tidak baik dan berdampak buruk,” terang Ulidal.
Tak hanya di sekolah, Dinsos Sintang juga menjalankan program-program sosial yang menyasar kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), lanjut usia (lansia), serta anak-anak yang bermasalah dengan hukum.
“Kami masih konsisten melaksanakan kegiatan sosialisasi, khususnya bagi penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), lanjut usia (lansia), serta anak-anak yang bermasalah dengan hukum,” ungkap Ulidal.
Menurutnya, sosialisasi menjadi fokus utama Dinsos dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap berbagai isu sosial yang ada. Upaya ini dijalankan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Dinsos Sintang untuk menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan suportif.