DPRD Sintang Fraksi Hanura Minta SILPA Besar Dianalisis Lebih Lanjut

SINTANG, TB– Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Sintang menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2024 yang mencapai Rp 213,4 miliar. Anggota DPRD dari Fraksi Hanura, Nekodimus, menyampaikan bahwa angka ini meski lebih rendah dibanding SILPA tahun sebelumnya tetap menjadi perhatian serius karena bisa menandakan tidak optimalnya pelaksanaan program di tahun berjalan.
“Memang kami mengakui bahwa SILPA tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 234,8 miliar. Namun SILPA yang cukup besar ini tetap harus dianalisis lebih lanjut. Jangan sampai ada kegiatan strategis yang tertunda atau tidak terlaksana,” ujar Nekodimus dalam sidang paripurna ke-11, Senin 21 Juli 2025.
Menurutnya, efisiensi anggaran memang penting tapi tidak boleh mengorbankan program-program prioritas yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Ia mendorong agar Pemkab Sintang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap realisasi kegiatan yang tidak berjalan maksimal sepanjang tahun anggaran 2024.
“Fraksi Hanura menilai penting untuk melihat lebih dalam apa saja penyebab tidak terserapnya anggaran secara optimal. Ini bukan hanya soal angka, tapi juga soal keberlanjutan pembangunan,” tegas Nekodimus.
Menanggapi masukan tersebut, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny memberikan penjelasan terperinci mengenai komponen SILPA tahun 2024. Ia menyebut bahwa SILPA sebesar Rp 213,4 miliar itu berasal dari berbagai sumber, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik, Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dan cukai, Dana Alokasi Umum (DAU) earmark, insentif fiskal, serta sisa dana BLUD dan hibah dari BNPB.
Ronny menegaskan bahwa dana tersebut tidak akan mengendap begitu saja, tetapi sudah direncanakan penggunaannya untuk mendanai kegiatan lanjutan dari tahun 2024 serta program prioritas tahun 2025.
“Dalam SILPA tahun anggaran 2024 terdiri dari penghematan belanja dan dana transfer yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan luncuran serta program prioritas tahun anggaran 2025. Jadi tetap kita pastikan digunakan secara bertanggung jawab dan tepat sasaran,” jelas Ronny.