Dewan Sintang Dorong Langkah Cepat Hadapi Wabah DBD

Nekodimus

SINTANG, TB- Melihat meluasnya wabah demam berdarah di Kabupaten Sintang dan dampak tragis yang telah terjadi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nekodimus, memberikan tanggapannya dengan menekankan urgensi pengambilan langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan penanggulangan wabah ini. Nekodimus menyoroti perlunya respons cepat demi mengurangi korban jiwa dan mempertimbangkan status wabah demam berdarah sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Kita tidak bisa menyepelekan meluasnya wabah demam berdarah di daerah kita. Langkah-langkah strategis harus diambil dengan segera untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan mengurangi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat,” tegas Nekodimus.

Nekodimus menyampaikan bahwa penanganan wabah demam berdarah harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sintang. Langkah-langkah pencegahan, diagnosis dini, dan penanggulangan yang efektif perlu segera diterapkan untuk menghentikan penyebaran wabah ini.

“Kami mendesak Bupati Sintang dan Dinas Kesehatan untuk mengambil langkah-langkah konkrit dalam menangani wabah ini. Pencegahan, pendeteksian dini, dan penanganan yang cepat dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mencegah dampak lebih lanjut,” pintanya.

Nekodimus juga menyuarakan kemungkinan untuk mempertimbangkan status wabah demam berdarah sebagai kejadian luar biasa (KLB), dengan mempertimbangkan segala aspek dan sumber daya yang tersedia.

“Jika diperlukan, kita harus mempertimbangkan status KLB untuk memobilisasi lebih banyak sumber daya dan bantuan dari pemerintah pusat. Langkah-langkah ini penting agar penanganan wabah dapat dilakukan secara lebih komprehensif,” ungkap Nekodimus.

Wakil Bupati Sintang, Melkianus, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mengatasi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan langkah-langkah strategis yang menyeluruh. Upaya tersebut melibatkan pemberian pemahaman akan pola hidup sehat, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan menggalakkan kampanye Gerakan 3M Plus.

“Dalam rangka pencegahan, pemerintah daerah terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan pengasapan (fogging) di wilayah-wilayah yang terdapat kasus DBD. Selain itu, pengendalian vektor dilakukan melalui penyaluran insektisida (racun nyamuk) dan abate melalui puskesmas, rumah sakit, dan berbagai kegiatan lainnya,” jelasnya.

Melkianus juga menekankan bahwa pemerintah daerah sedang melakukan kajian mendalam terkait penetapan wabah DBD sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini menunjukkan komitmen penuh dalam penanganan masalah kesehatan masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah efektif dalam penanggulangan wabah DBD. Kebersihan lingkungan dan kesadaran masyarakat tetap menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan,” ungkapnya.

__Terbit pada
24 Oktober 2023
__Kategori
Parlemen, Sintang

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *