Rencana Politeknik Negeri Sintang: Dukungan dan Tantangan

SINTANG, TB – Rencana pendirian Politeknik Negeri Sintang mendapat dukungan penuh dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sintang. Ketua Dewan Pendidikan, H. Senen Maryono, menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya Pemkab Sintang untuk menghadirkan institusi pendidikan tinggi negeri di daerah tersebut.
“Dewan Pendidikan memiliki peran memberikan dukungan dan pertimbangan kepada pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan,” ujar H. Senen Maryono dalam Rapat Persiapan Pengusulan Pendirian Politeknik Negeri Sintang di Aula Bappeda Kabupaten Sintang, Kamis (20/2/2025).
Ia menjelaskan bahwa meskipun Sintang telah memiliki perguruan tinggi negeri seperti Universitas Terbuka (UT) dan Poltekkes, keduanya masih berstatus cabang dari Pontianak. Oleh karena itu, kehadiran Politeknik Negeri Sintang dinilai penting untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
“Kita hanya mengusulkan, sementara kajian mendalam tetap menjadi kewenangan Kementerian karena mereka yang akan mendirikan. Namun, kita bisa memberikan data pendukung dan menyiapkan lahan sebagai bentuk keseriusan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapan lahan sebagai salah satu faktor utama dalam pengusulan ini. “Pemkab Sintang harus menyiapkan minimal lima hektare lahan. Dukungan dari SMK juga sangat besar, sehingga potensi jumlah mahasiswa tinggi. Namun, saya menyarankan agar lahan di depan Museum Kapuas Raya tetap diperuntukkan bagi rencana pemerintahan Provinsi Kapuas Raya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MKKS SMK Kabupaten Sintang, Poeryanto, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 12 SMK negeri dan 10 SMK swasta di Kabupaten Sintang. Pada Juni 2025, sebanyak 2.210 siswa SMK akan menyelesaikan pendidikan mereka.
“Agar tidak menjadi pengangguran, lulusan SMK harus memiliki tiga pilihan utama: bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha. Jika ada perguruan tinggi di Sintang, maka mereka bisa lebih mudah melanjutkan pendidikan,” ujar Poeryanto.
Ia juga menyoroti potensi tenaga pengajar yang bisa dimanfaatkan dalam tahap awal pendirian politeknik.
“Guru-guru SMK yang sudah bergelar S2 bisa didorong untuk menjadi pengajar di Politeknik Negeri Sintang,” tutupnya.