Pemerintah Belum Akomodir Pembangunan Jembatan Sungai Butu
SINTANG, TB– Jembatan Sungai Butu KM 58 Desa Bernayau Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang kondisinya semakin memprihatinkan. Jembatan berbahan kayu ini dinilai sudah tidak terlalu aman lagi untuk dilalui.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang dari daerah pemilihan Kecamatan Sepauk dan Tempunak, Kusnadi mengatakan jembatan ini sudah diusulkan kepada pemerintah sejak tahun 2018 lalu namun hingga saat ini belum diakomodir oleh pemerintah.
“Jembatan Sungai Butu ini sudah sering kita sampaikan kepada pemerintah bahkan beberapa kali dalam pandangan umum namun jawabannya tetap sama. Selalu dijawab akan jadikan perhatian pemerintah namun belum ada relalisasi di lapangan. Bayangkan saja, sudah diusulkan sejak tahun 2018 sampai sekarang belum ada tanggapan dari pemerintah,” ujar Kusnadi belum lama ini.
Jembatan Sungai Butu merupakan arus vital masyarakat setempat dan sekitarnya. Kusnadi mengusulkan agar jembatan ini dibangun kembali menggunakan rangka baja agar memiliki ketahanan yang kuat sehingga aman dilintasi masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Sungai Butu ini usulan masyarakat yang sering sekali disampaikan ke kita. dan sering sekali kita sampaikan kepada pemerintah namun belum juga diakomodir. Kita berharap tahun 2024 jembatan ini bisa diprioritaskan untuk dibangun,” ujarnya.
Menurut Kusnadi, Jembatan Sungai Butu ini merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah apalagi usulan pembangunan jembatan sudah dilakukan sejak lama. Pembangunan jembatan Ini seharusnya tidak bisa ditunda lagi pemerintah daerah harus mencarikan solusi agar jembatan ini bisa dibangun sesuai dengan harapan masyarakat.
“Selama ini untuk bisa operasional masyarakat setempat melakukan pemeliharaannya sendiri. Dengan kemampuan seadanya namun ini tidak bisa menjadi solusi jangka panjang. Pemerintah harus hadir untuk memastikan jembatan ini bisa dibangun dan dimanfaatkan masyarakat untuk mobilitas dan kegiatan ekonomi,” pungkasnya.