DAD Kayan Hilir Juara Lomba Menumbuk Padi di Gawai Dayak XII Sintang

SINTANG, TB – DAD Kayan Hilir berhasil meraih juara pertama dalam lomba menumbuk padi dan menampik di Pekan Gawai Dayak ke-XII Sintang. Juara kedua diraih DAD Kelam Permai, dan ketiga DAD Tempunak.
Lomba ini diikuti delapan kontingen DAD kecamatan. Setiap tim terdiri dari empat ibu-ibu yang menumbuk 2 kg padi selama 15 menit, menggunakan alat tradisional seperti alu dan lesung. Targetnya, bisa menghasilkan minimal 1 kg beras bersih.
Juri menilai berdasarkan kekompakan, teknik, kebersihan, pakaian adat, dan irama ketukan alu.
Fransiska Leni Marlina dari panitia lomba menjelaskan, kegiatan ini punya makna penting dalam budaya Dayak.
“Menumbuk padi adalah puncak Gawai Dayak. Dulu dilakukan di kolong rumah atau di ladang setelah panen,” kata Leni, Jumat 18 Juli 2025.
Ia juga menyayangkan masih ada peserta yang kurang memahami teknik tradisional, seperti menumbuk dengan memakai sandal atau posisi kaki yang kurang tepat.
“Suara ketukan alu juga punya nilai seni kalau dilakukan bersama dengan kompak,” tambah Leni.
Leni berharap ke depan bisa ada lomba membuat alu beranak, alat tradisional dari kayu ulin yang khas suaranya.