Subendi : Tingkat Pengangguran di Sintang Relatif Tinggi

SINTANG, TB- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sintang, Subendi, mengungkapkan tingkat pengangguran di Kabupaten Sintang relatif tinggi, angkanya mencapai 4,5 persen di tahun 2020, kemudian tahun 2021 3,95 persen relatif menurun.
“Jadi ada sekitar 9 sampai 10 ribu pengangguran di Sintang. Ini persoalan kita terkait dengan tenaga kerja di daerah,” katanya saat dialog di RRI Sintang, Selasa 3 Januari 2023.
Tak hanya itu, tingkat kualitas tenaga kerja juga rendah. Hampir 75 persen tamatan SMP kebawah. Ia menilai rendahnya tingkat pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja.
“Tingkat pendidikan yang rendah tidak memenuhi kriteria yang memadai bagi perusahaan dan sektor lainnya. Sehingga besar juga pengaruhnya terhadap tingkat pengangguran,” jelasnya.
Ia menyebutkan masih banyak Persoalan terkait tenaga kerja di Sintang. Seperti karyawan yang tidak sejahtera, adanya perselisihan atau hubungan yang tidak harmonis dan lainnya.
Kendati demikian, menurutnya persoalan tenaga kerja ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh stakeholder.
“Ini tanggung jawab seluruh pihak, tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah saja,” ungkapnya.
Menurutnya pembangunan ketenagakerjaan di Sintang harus mengarah kepada keluasan kesempatan kerja, kemudian peningkatan produktivitas dan juga bagaimana melakukan perlindungan terhadap tenaga kerja dan kesejahteraan pegawai.
“Ya termasuk bagaimana kita menciptakan hubungan yang harmonis terhadap industrial di sektor usaha. Inilah persoalan mendasar yang terjadi ” pungkasnya.
Serikat Pekerja (Pelikha) Kabupaten Sintang, Yohanes Agustinus mengatakan pekerjaan di sektor perkebunan ada banyak jenis. Menurutnya tidak terlalu sulit untuk dapat bekerja di perusahaan perkebunan.
“Perusahaan itu memberikan kelonggaran untuk masyarakat agar dapat bekerja di perusahaan, tentunya sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Memang ada juga sedikit kerikil-kerikil yang membuat terganjal.
Namun permasalahan tersebut dapat dimaklumi, secara persentase masih aman,” bebernya.
Pihaknya Intens berkomunikasi dengan manajemen perusahaan perkebunan di Kabupaten Sintang. “Selama ini baik baik saja belum ada kendala yang cukup berarti,” pungkasnya.