Dinkes Sesalkan Dokter Lulus PPPK Tak Mau Bertugas

SINTANG, TB- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, menyampaikan penyesalannya terkait tindakan salah seorang dokter yang baru-baru ini dipecat setelah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dokter yang bersangkutan seharusnya bertugas di Puskesmas Pandan, namun memilih untuk tidak menjalankan tugasnya setelah dinyatakan lulus dalam tes PPPK.
“Beberapa waktu lalu, kami harus mengambil keputusan untuk memecat salah seorang dokter yang direkrut lewat tes PPPK karena yang bersangkutan tidak mau bertugas. Ini tentu sangat disayangkan,” ujar Edy saat ditemui di kantornya pada Kamis, 24 Oktober 2024.
Edy menjelaskan bahwa dokter yang dipecat tersebut sebelumnya mengaku sedang sakit dan membutuhkan pengobatan jangka panjang, sehingga tidak bisa melaksanakan tugasnya di Puskesmas.
“Dia bilang, dia sedang sakit dan ingin melakukan pengobatan jangka panjang. Jadi, dia menyampaikan tidak akan bertugas lagi. Mengenai alasan tersebut, ya sudah lah, kami tidak bisa memaksakan kalau memang itu alasannya,” kata Edy.
Namun, yang sangat disayangkan oleh Edy adalah keputusan dokter tersebut untuk mendaftar seleksi PPPK jika pada akhirnya tidak berniat untuk bekerja.
“Yang saya sesalkan adalah kenapa dia mendaftar PPPK kalau sejak awal tidak berniat untuk bertugas. Padahal, dengan lulusnya dia, kesempatan bagi pelamar lain yang siap bekerja menjadi tertutup. Ini tentu saja merugikan, karena ada banyak tenaga medis lain yang seharusnya bisa mengisi posisi tersebut,” ungkap Edy.
Dampak dari keputusan dokter tersebut cukup besar, terutama bagi Puskesmas tempat yang bersangkutan seharusnya bertugas. Sebelumnya, Puskesmas Pandan dijadwalkan memiliki dua orang dokter, namun setelah pemecatan tersebut, hanya tinggal satu dokter yang harus menangani beban kerja di puskesmas tersebut.
“Karena yang bersangkutan tidak mau bertugas, sekarang di Puskesmas Pandan hanya ada satu dokter saja. Padahal, kami sudah berharap dengan adanya penerimaan PPPK ini, Puskesmas bisa memiliki dua dokter untuk memberikan layanan lebih optimal kepada masyarakat. Namun, karena kejadian ini, Puskesmas jadi kekurangan tenaga medis,” beber Edy.
Dikatakan Edy kekurangan tenaga medis, khususnya dokter, menjadi masalah yang terus menerus dihadapi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang. Dengan begitu banyaknya Puskesmas di seluruh wilayah, tenaga medis yang tersedia belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang optimal, terutama di daerah-daerah yang lebih terpencil.
“Sikap seperti ini sangat merugikan, bukan hanya untuk kami, tetapi untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Seharusnya, jika seseorang sudah lulus seleksi, mereka siap untuk bertugas dan melaksanakan kewajibannya,” pungkasnya.