Dinas KBP3A Sintang Jelaskan Soal Sistem Sponsor Dalam Menurunkan Angka Stunting

SINTANG, TB – Pada hari Senin, 9 Oktober 2023, Selly Gatie, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera di Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang, memberikan penjelasan tentang bagaimana sistem sponsorship dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sintang.

Selly Gatie menjelaskan bahwa sistem sponsorship adalah merupakan pengembangan dari program Bapak Bunda Asuh Anak Stunting yang baru-baru ini dilaunching oleh Bupati dan Wakil Bupati Sintang di Balai Praja.

“Satu orang sponsor bisa menjadi sponsor terhadap satu atau dua orang anak dibawah dua tahun, ibu hamil dan ibu menyusui yang memang berasal dari keluarga miskin,” ungkap Selly Gatie.

Menurut Selly Gatie, kalau dari keluar mampu tidak perlu mendapatkan bantuan lagi. Sponsor bisa memberikan bantuan dalam bentuk dana yang bisa ditransfer.

“Karena di kabupaten pun tidak mampu jika uang tersebut kami yang membelanjakanya. Bantuan sponsorship ini, yang diberikan kepada sasaran adalah dalam bentuk barang. Maka nanti, uang tersebut akan kami kirim ke Tim DASHAT di kecamatan,” ujar Selly Gatie.

“Tim DASHAT kecamatan dan desa yang akan belanja disana. Karena kalau beli telur di Sintang, sangat tidak mungkin kami bawa telurnya ke Serawai, misalnya. Belanja di desa juga dalam rangka menggerakan ekonomi di desa. Nanti Tim DASHAT kecamatan atau desa akan membeli telur, beras, susu, kacang hijau, dan daging ayam. Lalu mereka akan serahkan barang tersebut kepada sasaran yakni ibu hamil, ibu menyusui dan bayi dibawah dua tahun yang berasal dari keluarga tidak mampu,” beber Selly Gatie.

“Penyerahan bantuan juga akan diawasi oleh Babinkamtibmas dan Babinsa supaya barangnya tepat sasaran dan sampai dengan baik. Serta pemanfaatanya juga akan diawasi. Jangan sampai telur yang diantar, tapi yang makan adalah bapaknya,” kata Selly Gatie.

“Untuk tahun 2023 ini kita fokuskan pada 15 desa lokus stunting. 15 desa ini akan kita statuskan menjadi Kampung Berkualitas. Kita akan melatih kader posyandu dan kader pokja. Mereka akan dilatih, bagaimana sih memasak makanan yang bergizi dengan bahan pangan lokal. Bahan-bahannya dari desa setempat,” ujar Selly Gatie.

Keluarga beresiko stunting adalah ibu hamil, ibu menyusui dan baduta yang berasal dari keluarga miskin. Kades posyandu akan dilatih, kemudian mereka juga melatih keluarga beresiko stunting.

“Nanti mereka bisa mengolah sendiri bahan pangan lokal tetapi gizinya tinggi. Petugas kami juga akan memonitor perkembangan sasaran. Misalnya sasarannya adalah bayi dibawah dua tahun, maka akan dipantau perkembanganya, naik ndak berat badannya dan seterusnya. Kalau berat badannya tidak naik, ada strategi kita selanjutnya” pungkas nya.

Sumber : Rilis Kominfo Sintang

Editor : Admin terasborneo.com

__Terbit pada
9 Oktober 2023
__Kategori
Kalbar, Sintang

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *