Anggota DPRD Sintang Himbau Warga Awasi Anak Saat Banjir

SINTANG, TB – Banjir di Kabupaten Sintang terus meningkat karena tingginya debit air Sungai Kapuas dan Sungai melawi sehingga membuat sejumlah daerah-daerah dataran rendah mulai tergenang banjir.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sintang Welbertus menghimbau masyarakat agar dapat lebih waspada dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya dengan adanya musibah banjir.

Pasalnya dengan adanya musibah banjir yang terjadi ini, kadang banyak anak-anak yang ingin mandi banjir. Hal itu tentu bisa sangat berpengaruh terhadap kesehatan dikarenakan air yang tidak bersih serta bukan tidak mungkin bisa mengakibatkan korban jiwa.

” Jadi kepada warga yang memiliki anak yang masih kecil, agar dapat meningkatkan pengawasan terhadap anaknya terutama yang bermukim di daerah pinggiran sungai. Jangan sampai anak-anak mandi tanpa pengawasan dari orang tua, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap anak,” pesannya.

Selain itu, ia juga meminta jangan sampai terjadi korban jiwa yang dikarenakan kelalaian dari para orang tua.

” Jangan biarkan anak-anak bermain dilokasi banjir, hal itu sangat berbahaya bagi mereka karena dikhawatirkan tanpa disadari dapat terseret arus dan tenggelam,” ujarnya lagi.

Ia juga meminta kepada para Kepala Desa untuk memetakan wilayahnya yang terdampak banjir dan segera menyampaikan kepada dinas terkait supaya segera mendapatkan penanganan.

” Kita minta kades-kades segera laporkan kepada dinas terkait jika ada wilayahnya yang terdampak banjir. Hal ini sangat penting supaya pemerintah segera mengambil langkah penanganan, baik penyaluran bantuan dan lain-lain,” pintanya.

Politisi Partai PDI Perjuangan ini juga berharap kedepannya pemerintah memetakan apa saja hal-hal yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir di Kabupaten Sintang.

” Jadi saya ingin sampaikan terkait dengan banjir yang kedua ini, kayaknya ini ulang tahun kedua setelah tahun lalu. Ini ngeri-ngeri juga dan sudah jelas menggambarkan krisis lingkungan yang serius. Apakah oleh perusahaan sawit, aktivitas peti atau apapun,itu mohon kepada pemerintah untuk memetakan terkait hal tersebut,” pungkasnya.

 

__Terbit pada
13 Oktober 2022
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *