Jalur Air Terbatas, Distribusi Gas ke Serawai-Ambalau Beralih Lewat Darat

SINTANG, TB – Ketersediaan gas elpiji 3 kilogram di wilayah Serawai dan Ambalau dipastikan masih dalam kondisi aman meskipun terjadi keterlambatan dalam proses distribusi. Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Rudy Andryas, menegaskan bahwa pasokan gas tetap masuk ke wilayah tersebut, hanya saja waktu pengirimannya menjadi lebih lama dari biasanya.
Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh faktor musim kemarau yang berdampak pada jalur distribusi. Ia menjelaskan bahwa transportasi air yang selama ini menjadi andalan mengalami keterbatasan, sehingga pengiriman harus dialihkan melalui jalur darat.
“Yang penting gas tetap tersedia, hanya saja waktu sampainya memang lebih lambat ketika kondisi seperti sekarang,” kata Rudy Andryas.
Rudy Andryas mengungkapkan bahwa perubahan jalur tersebut memang tidak bisa dihindari, terutama untuk wilayah seperti Serawai yang dalam kondisi tertentu sangat bergantung pada transportasi sungai. Saat debit air menurun, jalur darat menjadi satu-satunya alternatif meski membutuhkan waktu tempuh yang lebih panjang.
Rudy Andryas juga menambahkan bahwa dampak dari peralihan jalur distribusi ini turut dirasakan di tingkat agen hingga pengecer. Proses pengiriman yang lebih lama menyebabkan keterlambatan dalam penyaluran ke masyarakat, meskipun tidak sampai menimbulkan kelangkaan.
“Dalam kondisi seperti ini, distribusi ke Serawai biasanya memang dialihkan lewat darat,” jelas Rudy Andryas.
Meski demikian, ia memastikan bahwa masyarakat masih dapat memperoleh gas elpiji karena pasokan tetap tersedia. Bahkan, menurutnya, kondisi ini sudah cukup dipahami oleh warga setempat karena kerap terjadi setiap musim kemarau.
Rudy Andryas menilai hal terpenting adalah memastikan distribusi tetap berjalan meskipun tidak secepat biasanya. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap gas melon tetap dapat terpenuhi tanpa gangguan berarti.
Rudy Andryas berharap ke depan proses distribusi dapat terus terjaga dengan baik, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Harapan kita tentu pasokan tetap lancar, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meskipun ada kendala waktu pengiriman,” pungkasnya.