Dorong Pembatasan Penggunaan Gawai pada Pelajar

SINTANG, TB – Maraknya tren penggunaan gawai di kalangan pelajar dan anak-anak belakangan ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Penggunaan perangkat digital yang tidak terkendali dikhawatirkan dapat mengganggu proses belajar serta menghambat perkembangan sosial anak. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Maria Magdalena, mengimbau agar penggunaan gadget dan permainan daring (game) dibatasi secara bijak, dengan menekankan keseimbangan antara waktu belajar dan waktu bermain bagi para pelajar.
Menurut Maria Magdalena, kemajuan teknologi digital memang menghadirkan dua sisi yang tidak bisa diabaikan. Di satu sisi, gawai dapat menjadi sarana hiburan sekaligus media pembelajaran yang efektif. Namun, di sisi lain, jika digunakan secara berlebihan tanpa pengawasan yang memadai, dampak negatifnya akan langsung menyasar pada tumbuh kembang anak-anak.
“Gadget memang bisa menjadi sarana hiburan dan media pembelajaran, tetapi jika digunakan secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi anak-anak kita,” ujar Maria Magdalena.
Legislator Partai Demokrat ini juga menyoroti risiko dari konten daring yang tidak selalu ramah anak. Ia menjelaskan bahwa banyak permainan daring maupun platform digital lainnya menyajikan konten yang belum tentu sesuai dengan usia pengguna. Paparan konten semacam itu, lanjutnya, berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku anak secara perlahan namun signifikan.
“Pengawasan dan edukasi digital menjadi hal yang sangat penting. Orang tua diharapkan aktif memantau durasi penggunaan gadget bagi anak-anak serta memberikan alternatif kegiatan yang positif seperti membaca buku atau olahraga, serta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” tegas Maria Magdalena.
Maria Magdalena mendorong agar pihak sekolah turut mengambil peran aktif dalam membangun kesadaran para pelajar mengenai pentingnya penggunaan teknologi secara bijak. Menurutnya, kesadaran tidak akan tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya pembiasaan dan bimbingan yang sistematis di lingkungan pendidikan.
“Program literasi digital dan workshop pengelolaan waktu bisa menjadi sarana efektif untuk membimbing anak-anak agar tetap produktif dan seimbang,” pungkasnya.