Dorong Penambahan Kuota Gas Subsidi Secara Permanen

SINTANG, TB – Kesulitan masyarakat dalam mendapatkan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan secara tuntas di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kelangkaan barang kebutuhan pokok ini terjadi di sejumlah wilayah, yang berdampak pada melambungnya harga di tingkat pengecer hingga melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.
Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, menyoroti kondisi tersebut dan mendesak pemerintah daerah serta Pertamina untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi serta alokasi kuota di Kabupaten Sintang. Menurutnya, kelangkaan yang terjadi secara berulang bukan hanya membebani masyarakat kecil, tetapi juga mengganggu stabilitas ekonomi rumah tangga dan usaha mikro di daerah.
“Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat di sejumlah wilayah masih menghadapi kesulitan mendapatkan gas bersubsidi. Kondisi tersebut juga berdampak pada harga di tingkat pengecer yang cenderung tinggi,” ujar Sebastian Jaba.
Legislator dari Partai PDI Perjuangan ini menilai bahwa langkah yang selama ini diambil oleh pemerintah dan Pertamina, seperti penambahan kuota sementara pada momen-momen tertentu, dinilai belum cukup untuk menyelesaikan akar permasalahan. Ia mendorong agar kuota gas elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Sintang dapat ditambah secara permanen. Hal ini dinilai penting agar harga di pasaran bisa kembali stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
Sebastian Jaba menekankan bahwa peningkatan kuota tidak boleh bersifat saat tertentu saja. Ia mengapresiasi adanya upaya antisipasi saat terjadi lonjakan permintaan, seperti menjelang hari raya keagamaan, namun ia menegaskan bahwa kebutuhan terhadap gas subsidi bersifat harian dan harus didukung dengan kebijakan yang berkelanjutan.
“Penambahan kuota oleh pemerintah dan Pertamina sudah tepat sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kebutuhan, tetapi harapan kita kebijakan tersebut tidak hanya dilakukan pada saat lebaran atau saat-saat tertentu saja,” ungkap Jaba.
“Kebutuhan gas subsidi ini ada setiap hari, jadi perlu ada perhatian berkelanjutan,” tambah Jaba.
Sebastian Jaba berharap agar ke depan, kuota gas subsidi untuk Kabupaten Sintang bisa ditambah secara signifikan dan permanen. Dengan ketersediaan yang mencukupi sepanjang waktu, ia optimistis rantai distribusi akan lebih lancar dan spekulan tidak lagi memiliki ruang untuk menimbun barang.
“Ini penting agar harga di pasaran bisa kembali stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” pungkasnya.