Infrastruktur Pedalaman Harus Jadi Prioritas

SINTANG, TB – Kondisi infrastruktur jalan di sejumlah daerah pedalaman Kabupaten Sintang masih jauh dari kata layak. Banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan parah, berlubang, bahkan sulit dilalui terutama saat musim hujan tiba. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan mobilitas warga sehari-hari, tetapi juga berdampak signifikan terhadap distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil.
Menyikapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jimi Manopo, meminta Pemerintah Kabupaten Sintang untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pedalaman. Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara merata, bukan hanya di kawasan perkotaan. Jimi Manopo menilai bahwa selama ini perhatian terhadap pembangunan jalan di pedalaman masih belum sebanding dengan kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
Menurut Jimi Manopo, infrastruktur jalan yang tidak memadai sangat menghambat aktivitas masyarakat, baik dalam hal mobilitas sehari-hari maupun distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Ia menekankan bahwa ketimpangan akses ini menjadi salah satu penghambat utama upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
“Pembangunan infrastruktur yang merata merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di daerah pedalaman yang kondisi infrastruktur jalannya masih jauh dari kata layak,” kata Jimi Manopo.
Jimi Manopo menjelaskan bahwa kerusakan jalan di pedalaman tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi semata, tetapi juga menyentuh sektor-sektor krusial lainnya. Ia mencontohkan, anak-anak sekolah terpaksa absen atau terlambat ketika akses jalan menuju sekolah rusak parah, sementara ibu hamil dan warga sakit kerap kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Distribusi hasil pertanian seperti karet, sawit, dan komoditas unggulan lainnya juga kerap terhambat, yang berujung pada turunnya harga jual di tingkat petani.
“Wilayah pedalaman harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.
Dengan adanya perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di pedalaman, Jimi Manopo berharap kesenjangan pembangunan antarwilayah dapat diminimalisir.