DPRD Tanggapi Jalan Rusak Viral, Anggaran Jadi Kendala Utama

SINTANG, TB – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Kabupaten Sintang yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian dari DPRD. Infrastruktur yang belum memadai di sejumlah wilayah dinilai memang menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan hingga saat ini.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, mengakui bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan bahwa upaya perbaikan tidak bisa dilakukan secara cepat karena adanya keterbatasan anggaran yang turut dipengaruhi kebijakan efisiensi secara nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya telah memasukkan perbaikan jalan dalam perencanaan pembangunan. Akan tetapi, pelaksanaannya harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah yang tersedia saat ini.
“Perbaikan jalan itu pasti sudah direncanakan. Pemerintah daerah, termasuk pak bupati, sudah memikirkan hal tersebut. Namun ketika anggaran mengalami efisiensi, tentu tidak semua bisa langsung direalisasikan,” kata Sandan.
Sandan menjelaskan bahwa setiap pembangunan harus melalui tahapan yang jelas, mulai dari perencanaan hingga penganggaran yang disahkan. Proses tersebut tidak bisa dilewati begitu saja, karena berpotensi menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.
“Semua harus melalui mekanisme yang benar. Kalau tidak ada anggaran, tentu pembangunan tidak bisa dipaksakan untuk segera dilakukan,” tegas Sandan.
Sandan juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan kondisi jalan rusak berlangsung tanpa penanganan. Infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas utama, mengingat perannya yang sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun demikian, ia menekankan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran yang ada. Dengan kondisi tersebut, ia berharap masyarakat dapat memahami situasi yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
“Bukan berarti tidak diperhatikan, tetapi memang harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Kita tetap berkomitmen untuk memperbaiki, hanya saja dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.