Dishub Sintang Koordinasi Lintas Instansi untuk Siapkan Angkutan Lebaran 2026

SINTANG, TB – Menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sintang menghadiri rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran di Bandara Tebelian, Kabupaten Sintang, pada Rabu, 11 Maret 2026. Rapat ini menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi dan langkah seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Asmidi, secara langsung menghadiri rapat yang berlangsung di ruang rapat Bandara Tebelian tersebut. Kehadirannya menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama hari raya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting. Tampak hadir Kepala Bandara Tebelian beserta jajarannya, perwakilan dari maskapai penerbangan yang beroperasi di Sintang, personel Brimob Sintang, Basarnas Sintang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), serta perwakilan dari Polres Sintang. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam pembahasan.
Asmidi menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi yang solid antarinstansi. Ia berharap melalui pertemuan ini, seluruh pihak yang terlibat dapat menyamakan visi dan misi untuk mewujudkan angkutan Lebaran yang aman dan nyaman.
“Dengan adanya koordinasi lintas instansi ini, kita mengharapkan pelayanan transportasi di wilayah Kabupaten Sintang selama masa Lebaran dapat berjalan optimal serta mampu mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan,” kata Asmidi.
Menurut Asmidi, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat. Agenda utama meliputi pemetaan potensi pergerakan masyarakat selama periode mudik, yang diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di bandara maupun terminal.
Selain itu, rapat juga membahas secara mendalam kesiapan sarana dan prasarana transportasi. Dishub Sintang bersama pihak bandara dan maskapai melakukan evaluasi terhadap kondisi armada, fasilitas di terminal, serta sistem keamanan penerbangan. Tidak kalah pentingnya adalah pembahasan mengenai pengaturan lalu lintas di sekitar bandara dan jalur-jalur utama menuju pusat transportasi, serta skema pengawasan ketat di lapangan selama masa operasional angkutan Lebaran nanti.
“Kita tidak hanya bicara kesiapan fisik, tapi juga kesiapan prosedur dan koordinasi penanganan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan melibatkan Basarnas, BMKG, dan kepolisian, kita berharap respons cepat dapat dilakukan jika terjadi keadaan darurat,” pungkasnya.