Pemantauan Harga Pokok Digencarkan, Disperindagkop Sintang Antisipasi Inflasi Jelang Idul Fitri 1447 H

SINTANG,TB – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) terus mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok di pasaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi gejolak ekonomi yang kerap terjadi saat hari besar keagamaan.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H yang digelar di Aula BKM Polres Sintang, Kamis (5/3/2026). Rapat yang dihadiri oleh berbagai unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu membahas secara komprehensif kesiapan daerah, mulai dari keamanan, ketertiban, hingga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Disperindagkop UKM Kabupaten Sintang, Ida Meilyani, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menghadapi fluktuasi harga. Pihaknya secara berkala turun ke lapangan untuk memantau harga riil di tingkat pedagang dan pengecer, serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kestabilan harga di masyarakat,” ujar Ida Meilyani.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menjelang perayaan Imlek dan awal bulan puasa Ramadan tahun ini, Kabupaten Sintang tercatat mengalami inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 5,12 persen. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, mengingat tren kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan memang cukup signifikan.

“Kabupaten Sintang tercatat mengalami inflasi sekitar 5,12 persen secara tahun ke tahun. Angka tersebut berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik yang disampaikan menjelang perayaan Imlek dan bulan puasa Ramadan,” kata Ida Meilyani.

Ia menjelaskan, kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh beberapa komoditas bahan pokok penting yang mengalami perubahan harga di pasaran.

“Kenaikan inflasi dipengaruhi oleh beberapa komoditas bahan pokok penting yang mengalami perubahan harga di pasaran,” tambah Ida Mellyani.

Ida Meilyani juga menyoroti pentingnya langkah antisipasi, mengingat dalam rilis inflasi nasional, setiap kabupaten dan kota diumumkan angka inflasinya. Daerah yang mencatatkan inflasi tinggi akan menjadi sorotan dan mendapat atensi khusus dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemkab Sintang berupaya maksimal agar laju inflasi tetap terkendali.

“Daerah yang memiliki angka inflasi tinggi akan mendapat perhatian khusus agar segera melakukan langkah pengendalian harga. Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk bergerak cepat,” pungkasnya.

__Terbit pada
5 Maret 2026
__Kategori
OPD

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *