Minta Perbaikan Jalan Poros Perbatasan

Lusi

SINTANG, TB – Kondisi memprihatinkan Jalan Poros Kabupaten yang menjadi penghubung pusat Kota Sintang dengan sejumlah kecamatan di perbatasan Indonesia-Malaysia mendesak untuk segera ditangani. Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Lusi, secara tegas menyuarakan keprihatinan ini, menekankan bahwa jalan tersebut merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

“Kita minta agar dilakukan perbaikan secepatnya. Jalan ini merupakan urat nadi penggerak ekonomi, sosial, dan layanan publik bagi sedikitnya lima kecamatan yang berada di kawasan perbatasan. Kelancarannya berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak,” tegas Lusi.

Adapun fakta di lapangan memang menggambarkan situasi yang kritis. Jalan poros tersebut dipenuhi lubang menganga, badan jalan yang amblas di beberapa titik, dan permukaan yang rusak parah, membuatnya sulit dilalui kendaraan, terutama pada musim hujan. Kerusakan ini telah menjadi ancaman keselamatan dan penghambat mobilitas yang serius.

Dampaknya dirasakan langsung oleh warga. Banyak yang terpaksa menempuh perjalanan berjam-jam lebih lama dari seharusnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, masyarakat tidak punya pilihan selain menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko tinggi demi mencapai kota. Imbasnya, biaya logistik membengkak, yang berujung pada melambungnya harga sembako dan berbagai kebutuhan pokok lainnya di daerah perbatasan. Keterlambatan dalam mengakses layanan kesehatan darurat dan kesulitan anak-anak sekolah untuk berangkat ke institusi pendidikan juga menjadi masalah serius yang kerap terjadi.

Oleh karena itu, Lusi mendesak Pemerintah Kabupaten Sintang dan instansi terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk segera melakukan perbaikan. Perbaikan menyeluruh dan berkelanjutan dinilai sangat penting tidak hanya untuk memulihkan mobilitas, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan harga, dan menjamin keadilan akses terhadap layanan publik bagi seluruh masyarakat Sintang, khususnya yang tinggal di wilayah perbatasan.

__Terbit pada
25 November 2025
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *