DPRD Sintang Serukan Koordinasi dan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Banjir

SINTANG, TB – Menyikapi diperpanjangnya status siaga darurat bencana banjir oleh BPBD Kabupaten Sintang hingga 30 November 2025, DPRD Kabupaten Sintang melalui Komisi C menyuarakan seruan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, menekankan bahwa kolaborasi semua pihak adalah kunci dalam menghadapi ancaman banjir yang bisa terjadi dan datang kapan saja.
Perpanjangan status siaga ini merupakan langkah antisipatif setelah sebelumnya berlaku pada 1 hingga 31 Oktober 2025. Keputusan ini menunjukkan bahwa potensi bahaya banjir di wilayah Sintang masih cukup tinggi dan memerlukan kewaspadaan berkelanjutan dari semua elemen masyarakat.
Anastasia secara khusus meminta Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas untuk lebih proaktif dalam memberikan sosialisasi dan pelayanan kesehatan kepada warga Sintang selama masa siaga darurat ini. Menurutnya, akses informasi dan layanan kesehatan yang lancar sangat vital dalam situasi darurat seperti ini.
âKoordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait sangat penting. Jangan sampai ada warga yang kesulitan mendapatkan pertolongan karena kurangnya komunikasi atau keterlambatan informasi,â tegas Anastasia.
Tidak hanya kepada pemerintah, Anastasia juga menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat. Ia mendorong setiap warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengambil langkah antisipasi mandiri, seperti menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, dan menyiapkan peralatan darurat.
âHal-hal sederhana seperti membersihkan parit dan selokan bisa membantu mencegah banjir meluas. Masyarakat harus sadar bahwa perubahan cuaca ekstrem ini membutuhkan kesiapan dari level paling dasar,â tambah Anastasia.
Anastasia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat di lapangan, termasuk BPBD Sintang, aparat TNI-Polri, dan para relawan. Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor ini harus terus diperkuat, terutama dalam hal penyediaan logistik, evakuasi warga, dan pemantauan debit air di Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang menjadi sumber banjir utama di Kabupaten Sintang.
Dengan perpanjangan status siaga ini, diharapkan semua pihak dapat meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan untuk meminimalisir dampak banjir yang mungkin terjadi, serta memastikan keselamatan dan kesehatan warga Sintang tetap terjaga dengan baik selama musim penghujan ini.