SILPA Diharapkan Bisa Akomodir Program Prioritas

SINTANG, TB- Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Fraksi PDI Perjuangan, Jimi Monopo, menyampaikan pandangan umum fraksinya terhadap pidato Bupati Sintang tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024. Pandangan umum tersebut disampaikan pada rapat paripurna ke-11 masa persidangan II tahun 2025, yang digelar pada Senin, 21 Juli 2025.
Salah satu hal yang menjadi sorotan Jimi adalah besarnya nilai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp 213 miliar. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan perlunya perencanaan dan pengawasan yang lebih baik ke depan.
“Fraksi PDI Perjuangan berharap anggaran tersebut dapat digunakan untuk mendukung program-program prioritas maupun kegiatan yang sifatnya urgent. Kami menilai perlu ada perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat agar SILPA ini benar-benar digunakan untuk pembangunan yang merata,” ujar Jimi Monopo.
Penggunaan SILPA seharusnya kata Jimi, diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. “Program-program yang sifatnya urgent itu seperti pembangunan jalan dan jembatan untuk menunjang ekonomi masyarakat, layanan fasilitas kesehatan, dan pendidikan,” terangnya.
Menanggapi saran tersebut, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny memberikan penjelasan dalam sidang paripurna yang digelar keesokan harinya, Selasa 22 Juli 2025. Ronny menjelaskan bahwa SILPA 2024 memang cukup besar dan terdiri dari berbagai sumber, termasuk DAK Fisik, DAK Non Fisik, DBH CHT, DBH Sawit, DAU earmark, dan bantuan dari pemerintah provinsi serta hibah dari BNPB.
“Jadi SILPA yang ada ini akan digunakan untuk membiayai program kegiatan pada tahun anggaran 2025, terutama pembangunan jalan dan jembatan yang dapat digunakan sebagai penunjang ekonomi masyarakat, layanan fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan,” jelas Ronny.