Gawai Dayak Jadi Peluang Promosi Budaya dan Produk Lokal

Hikman Sudirman

SINTANG, TB-Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman atau yang akrab disapa Sudir, menilai Pekan Gawai Dayak Sintang sebagai peluang besar dalam memajukan sektor pariwisata daerah.

Menurutnya, kegiatan budaya ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat, tapi juga menjadi daya tarik wisata dan wadah promosi bagi produk-produk lokal masyarakat.

“Rumah Betang saja sudah jadi tempat wisata budaya. Apalagi ditambah dengan event besar seperti Pekan Gawai Dayak ini. Ini kesempatan untuk kita semua mempromosikan adat dan budaya, sekaligus mengenalkan produk lokal seperti kuliner dan hasil kerajinan masyarakat kita,” ujar Sudir saat ditemui di Rumah Betang Tampun Juah, Jumat 18 Juli 2025.

Sudir mengaku telah berkeliling area Rumah Betang Tampun Juah dan melihat langsung antusiasme para pelaku UMKM lokal yang membuka lapak dagangan. Ia menyebutkan, lapak-lapak yang tersedia dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjual berbagai kuliner khas daerah dan souvenir dari hasil kerajinan tangan.

“Banyak sekali UMKM yang berpartisipasi. Ada yang jual makanan khas daerah, ada juga yang jual hasil kerajinan seperti tenun ikat, gelang, anyaman, dan lainnya. Ini hal positif. Pekan Gawai Dayak benar-benar menjadi wadah bagi pelaku usaha kita untuk berkembang,” jelasnya.

Melihat manfaat besar dari event budaya ini, Sudir menyatakan dukungannya agar Pekan Gawai Dayak Sintang bisa terus digelar setiap tahun dengan kemasan yang lebih baik lagi. Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, pelaku UMKM, dan masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan acara tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia, UMKM, dan masyarakat. Harapannya kegiatan ini berjalan lancar hingga selesai dan mampu membawa citra positif bagi Kabupaten Sintang,” kata Sudir.

Tak hanya itu, ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penetapan Hari Gawai Dayak Sintang melalui peraturan daerah (perda). Menurutnya, dengan adanya kepastian hukum mengenai hari pelaksanaan, wisatawan lokal maupun mancanegara dapat lebih mudah merencanakan kunjungan mereka.

“Kalau sudah ada perda, waktu pelaksanaan gawai jadi jelas. Wisatawan tidak perlu lagi menerka-nerka kapan acaranya. Ini tentu akan semakin meningkatkan daya tarik pariwisata kita,” pungkasnya.

__Terbit pada
18 Juli 2025
__Kategori
Parlemen, Sintang

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *