Kusnadi: Rehab Rumah Dinas Guru di SDN 33 Bernayau Direalisasikan Tahun Ini

SINTANG, TB- Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Kusnadi memastikan bahwa satu unit rumah dinas guru di SD Negeri 33 Bernayau, Kecamatan Sepauk, akan direhab tahun ini. Pembangunan dilakukan melalui dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (pokir) miliknya sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan di wilayah pedalaman.
“Saya sudah anggarkan tahun ini untuk rehab satu unit rumah dinas guru di SDN 33 Bernayau. Karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan perlu segera diperbaiki,” ujar Kusnadi saat dijumpai di DPRD Sintang pada Jumat 11 Juli 2025 kemarin.
Ia mengatakan bahwa selama ini para guru yang bertugas di sekolah tersebut kesulitan mendapatkan tempat tinggal yang layak. Beberapa guru bahkan terpaksa menumpang atau pulang pergi dari tempat tinggal yang jauh. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan dan semangat mereka dalam mengajar.
“Kasihan guru-guru kita di sana, mereka tidak punya tempat tinggal yang layak. Kalau rumah dinasnya rusak dan tidak diperbaiki, tentu menghambat tugas mereka sebagai pendidik,” jelasnya.
Kusnadi menambahkan bahwa pembangunan rumah dinas guru ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya di daerah terpencil. Ia berharap, dengan adanya rumah dinas yang layak, guru-guru bisa lebih betah tinggal dan mengabdi di desa.
“Ini bentuk dukungan kita agar pendidikan di desa juga bisa maju. Guru harus diberi fasilitas yang memadai, terutama tempat tinggal, supaya mereka bisa fokus mengajar,” kata Kusnadi.
Menurutnya, bantuan melalui pokir memang tidak bisa mengakomodir semua kebutuhan sekaligus karena keterbatasan anggaran. Namun, ia akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan dasar seperti pendidikan dan infrastruktur.
“Kita bantu yang paling prioritas dulu. Tahun ini rumah guru ini kita realisasikan. Ke depan, kalau masih ada kebutuhan serupa, kita lihat lagi dari sisi anggarannya,” tambahnya.
Kusnadi berharap rumah dinas yang akan diperbaiki bisa segera dimanfaatkan oleh guru, dan ia mengajak masyarakat serta pihak sekolah untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas tersebut.
“Kalau sudah dibangun, mari kita jaga bersama. Ini demi kepentingan pendidikan anak-anak kita di desa,” ajak Kusnadi