Edy Harmaini: Pengunduran Diri Dokter CPNS Jadi Pelajaran Penting Dalam Proses Rekrutmen

SINTANG, TB – Empat dokter CPNS di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memilih mengundurkan diri dari penugasan mereka. Keputusan itu menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari tantangan geografis hingga ketidaksesuaian lokasi penempatan dengan harapan awal.
“Saya bersyukur sekali dengan yang mau. Bahkan ke depan kami ingin antar langsung para dokter ke puskesmas, jelaskan ke masyarakat, dan saya juga titip kepada masyarakat, tolong dijaga mereka supaya betah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini.
Edy mengapresiasi tenaga medis yang tetap bertahan di pedalaman, namun ia tidak menampik bahwa kesiapan mental dan pemahaman terhadap kondisi di lapangan adalah aspek penting yang perlu ditanamkan sejak awal. Kejadian pengunduran diri ini menurutnya menjadi pelajaran penting dalam sistem rekrutmen ke depan.
“Kita berharap yang optimalisasi seperti ini jangan mundur lah, tapi karena memang teman-teman ini tidak sesuai dengan ekspektasinya, mereka melamar di Rumah Sakit tapi kena optimalisasi di Serawai,” kata Edi Harmaini.
Empat dokter yang mundur diketahui semula mendaftar untuk penempatan di rumah sakit. Namun dalam proses optimalisasi formasi, mereka justru dialihkan ke wilayah terpencil seperti Serawai dan Ambalau.
Wilayah-wilayah tersebut dikenal memiliki akses yang sulit dan membutuhkan kesiapan fisik serta mental. “Sebenarnya ndak juga, karena masih ada akses. Tapi memang untuk anak-anak yang baru lulus dan belum terbiasa, kendala seperti harus menyusuri sungai, naik perahu, bahkan ketakutan karena tidak bisa berenang, itu jadi pertimbangan mereka,” kata Edy Harmaini.
Selain medan yang menantang, faktor insentif juga menjadi sorotan. Edy menyebut pihaknya telah mengusulkan tambahan insentif berdasarkan kategorisasi wilayah, namun semua tetap bergantung pada penganggaran pemerintah daerah.
“Kita sebenarnya sudah ada kategorisasi wilayah. Kami minta yang ditempatkan di daerah terpencil itu insentifnya agak lebih besar. Tapi balik lagi ke soal penganggaran,” pungkasnya.