Rekrutmen CASN Tenaga Medis, Formasi Dokter Puskesmas Sepi Peminat

SINTANG, TB- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kabupaten Sintang masih menghadapi masalah kekurangan tenaga medis, khususnya dokter umum dan dokter gigi, meskipun pemerintah sudah berusaha mengatasi hal tersebut dengan membuka formasi penerimaan tenaga medis pada setiap seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Edy menjelaskan bahwa meskipun pemerintah telah membuka penerimaan dokter sebanyak 19 orang, peminatnya justru lebih banyak mengajukan lamaran ke RSUD Ade M Djoen Sintang, sementara puskesmas-puskesmas di sejumlah daerah masih kekurangan tenaga dokter.
“Pemerintah membuka penerimaan dokter sebanyak 19 orang. Namun, yang terjadi, pelamar banyak yang mendaftar untuk bekerja di RSUD Ade M Djoen Sintang, sementara puskesmas di beberapa wilayah justru kurang peminat. Bahkan, saat ini Puskesmas Serangas di Kecamatan Ketungau Hilir tidak memiliki tenaga dokter sama sekali. Untuk mengatasinya, kami terpaksa menempatkan dokter dari Puskesmas Mensiku ke Puskesmas Serangas,” ujar Edy belum lama ini.
Edy menambahkan bahwa meskipun pemerintah berusaha membuka berbagai peluang bagi tenaga medis melalui seleksi CPNS dan PPPK, kondisi kekurangan dokter di Puskesmas-puskesmas di daerah yang lebih terpencil masih menjadi tantangan besar.
“Secara keseluruhan, kita memang kekurangan tenaga medis. Terutama dokter gigi. Kita masih sangat kekurangan dokter gigi di Puskesmas-puskesmas yang ada,” tambahnya.
Masalah kekurangan dokter gigi ini menjadi isu serius, mengingat keberadaan unit pelayanan gigi atau dental unit sudah tersedia di hampir semua Puskesmas di Kabupaten Sintang. Namun, meskipun fasilitas sudah siap, dokter gigi tetap sulit untuk ditemukan.
“Dental unit sudah ada di semua Puskesmas, tapi banyak dokter gigi yang kosong. Kami sudah berusaha dengan berbagai cara, seperti memberi dukungan terkait listrik. Jika ada Puskesmas yang tidak ada listrik 24 jam, kami bantu dengan menggunakan solar cell untuk memastikan keberlangsungan pelayanan,” pungkasnya.