DKPP Sintang: Operasi Pasar Jaga Stabilitas Harga

SINTANG, TB – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Bernhard Saragih menyatakan bahwa pihaknya terus menjalin sinergi dengan instansi pemerintah lainnya untuk mencegah inflasi. Ia menekankan bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan memegang peranan penting dalam upaya menekan angka inflasi di daerah.

Sebelumnya, Kabupaten Sintang pernah tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat, dengan angka mencapai 2,11 persen menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kalbar. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Sintang di puncak daftar wilayah dengan inflasi tertinggi di Kalbar, diikuti oleh Kabupaten Kayong Utara dengan 1,92 persen, Ketapang 1,63 persen, dan Kota Pontianak sebesar 1,31 persen.

“Kami DKPP Sintang memegang peranan penting dalam upaya menekan angka inflasi di daerah. Beberapa waktu lalu, harga komoditas beras juga mengalami kenaikan yang signifikan. Kami bekerja sama dengan Bulog, Disperindag Sintang, dan pemerintah provinsi untuk melaksanakan operasi pasar murah,” kata Bernhad Saragih.

“Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok, serta menjaga agar harga tetap stabil dan terjangkau,” tambah Bernhad Saragih.

Bernhard Saragih juga menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan petani lokal daerah untuk memfasilitasi penjualan hasil pertanian.

“Kerja sama kami lakukan dengan Disperindag dan instansi terkait lainnya untuk melaksanakan pasar rakyat di halaman indoor Apang Semangai Sintang. Kami membantu mereka menjual hasil pertanian, seperti sayuran, buah, bawang serta hasil pertanian lainnya,” beber Bernhad Saragih.

Menjelang hari raya, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan bekerja sama dengan Bulog Sintang untuk melaksanakan gerakan pangan murah. Kegiatan ini dilakukan menjelang perayaan Natal dan Lebaran, dengan penyediaan pangan yang difasilitasi oleh Badan Pangan Nasional.

“Kami dari Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan beras dengan harga standar, termasuk komoditas lainnya. Inti nya adalah bagaimana kita mencegah terjadinya inflasi di daerah kita dan memastikan kebutuhan pangan dapat disuplai dengan sebaik-baiknya,” tutup Bernhad Saragih.

__Terbit pada
15 Oktober 2024
__Kategori
Kalbar, Sintang

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *